India Berencana Pasang Tarif Lebih Tinggi Terhadap Produk AS

Pemerintah India menyebut berencana mengenakan tarif yang lebih tinggi pada sejumlah barang yang diimpor negara tersebut dari Amerika Serikat. Rencana tersebut ditargetkan dapat diimplementasikan pada September 2018.
Dara Aziliya | 04 Agustus 2018 11:15 WIB
Presiden Joko Widodo (kanan) dan Perdana Menteri India Narendra Modi di sela-sela mengunjungi pameran layang-layang, di Monas, Jakarta, Rabu (30/5/2018). - Setpres

Bisnis.com, NEW DELHI – Pemerintah India menyebutkan rencana mengenakan tarif yang lebih tinggi pada sejumlah barang yang diimpor dari Amerika Serikat. Rencana tersebut ditargetkan dapat diimplementasikan pada September 2018.

Adapun, kebijakan Pemerintah Negeri Bollywood tersebut sebagai bentuk kemarahan pada Amerika Serikat yang menolak untuk membebaskan barang-barang dari India pada kebijakan tarif impor baru yang disusun oleh administrasi Presiden Donald Trump.

Alhasil, India pun memutuskan untuk meningkatkan pajak impor pada beberapa produk AS yang selama ini masuk ke negara tersebut seperti biji almond, biji kenari, dan apel. India sempat berencana mengimplementasikan kebijakan tersebut pada awal Agustus ini namun menundanya hingga bulan depan.

Ketegangan hubungan perdagangan antara negara perekonomian terbesar pertama dan ketiga dunia tersebut mulai memanas sejak masa kepemimpinan Presiden Donald Trump.

India mencatat nilai perdagangan bilateral AS dan India meningkat hingga US$115 miliar pada 2016. Kendati demikian, administrasi Trump berambisi menekan nilai tersebut menjadi defisit US$31 miliar pada perdagangan dengan India.

Sebagaimana diketahui, tensi perang dagang yang dipicu AS yang semula membidik impor baja dan aluminium China, semakin meluas dengan aksi balas penaikan tarif kedua Negara tersebut.

Bahkan perang dagang itu melibatkan Uni Eropa dan memicu kekhawatiran perdagangan global yang semakin luas. Salah satunya India yang ikut merancang tarif lebih tinggi until impor produk dari AS.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perang dagang AS vs China

Sumber : Reuters
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top