Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cawapres Jokowi dan Prabowo Kecewakan Partai Koalisi, Poros Ketiga Ambil Kesempatan

Kebuntuan koalisi di antara kubu capres Joko Widodo dan Prabowo Subianto berpeluang mengubah peta politik sehingga memunculkan poros ketiga pada Pilpres 2019.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 03 Agustus 2018  |  10:34 WIB
Presiden PKS Sohibul Iman (kiri) bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) memberikan keterangan pers seusai melakukan pertemuan di DPP PKS, Jakarta, Senin (30/7). Pertemuan tersebut untuk membahas hasil dari penyampaian Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional yang menunjuk Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden 2019 serta Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri dan Ustaz Abdul Somad sebagai Cawapres. - Antara
Presiden PKS Sohibul Iman (kiri) bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) memberikan keterangan pers seusai melakukan pertemuan di DPP PKS, Jakarta, Senin (30/7). Pertemuan tersebut untuk membahas hasil dari penyampaian Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional yang menunjuk Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden 2019 serta Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri dan Ustaz Abdul Somad sebagai Cawapres. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Kebuntuan koalisi di antara kubu capres Joko Widodo dan Prabowo Subianto berpeluang mengubah peta politik sehingga memunculkan poros ketiga pada Pilpres 2019.

Hal itu dikatakan Pangi Syarwi Chaniago, Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, mencermati dinamika politik yang tengah berkembang menjelang pilpres.

Menurutnya, munculnya poros baru sangat mungkin disebabkan oleh perpecahan di antara parpol pendukung masing-masing capres. Pasalnya, masih ada resistensi dan tingkat penerimaan yang rendah atas keputusan Jokowi atau pun Prabowo terhadap pilihan cawapres yang akan mendampinginya. 

Pangi menilai situasi ini membuka peluang dan poros ketiga bisa hidup dan tumbuh karena bisa saja tiga poros atau tetap dua poros, namun dengan komposisi yang berbeda. Dia meyakini beberapa partai sedang mempersiapkan diri untuk memilih opsi tersebut. 

Meski  sejauh ini poros koalisi Pilpres 2019 masih seperti lima tahun lalu, namun sesuatu hal yang luar biasa bisa saja terjadi. Maklum, politik adalah seni ketidak-mungkinan, yang mungkin bisa menjadi tidak mungkin, yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin.

Menurutnya, kemungkinan adanya poros lain di luar Prabowo-Jokowi adalah karena pertama, apabila diloloskannya uji materi (judicial review/JR) terkait ambang batas parpol mengusung pasangan capres-cawapres dan JR terkait presidential threshold nol persen.

"Kedua, diloloskannya JR terkait masa jabatan wakil presiden. Situasi ini tentu akan sangat menguntungkan kubu Jokowi untuk memenangkan kompetisi yang semakin besar,” ujarnya. 

Untuk itulah dibutuhkan lawan tanding yang sepadan dari poros Gerindra. Dengan demikian, nama-nama yang selama ini muncul sebagai cawapres bisa saja berubah total," ujarnya.

Jika situasi ini terjadi maka dapat dipastikan peta politik akan berubah drastis dan semua partai akan punya kesempatan yang sama untuk mengajukan pasangan capres-cawapres sendiri dan atau akan terjadi rekomposisi koalisi bahkan akan terbentuk koalisi yang sama sekali baru.

Menurutnya, kapasitas, popularitas, akseptabilitas terhadap kandidat menjadi maha penting selain sense of politics, membaca trend dan apa yang betul-betul diinginkan dan menjadi kebutuhan rakyat. 

"Kemampuan membaca sentimen publik dengan menerjemahkannya ke dalam keputusan politik strategis yang populis, berimplikasi nyata terhadap dukungan yang luas dari masyarakat," kata Pangi.

Dia menilai mempertimbangkan posisi capres-cawapres tidak bisa dilakukan melalui pertimbangan dan kebijakan yang bersifat elitis, pragmatis dan transaksional sehingga terkesan hanya memaksakan kehendak elit dan ego sektoral masing-masing partai koalisi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cawapres
Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top