Gempa Bumi Lombok: Menteri Siti Nurbaya Minta Prioritaskan Evakuasi Pendaki

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar menginstruksikan jajarannya melakukan prioritas evakuasi bagi seluruh pendaki yang terjebak di Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).
Herdiyan | 30 Juli 2018 12:15 WIB
Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar memberikan paparan saat presentasi kebijakan kehutanan di Jakarta, Rabu (11/7/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar menginstruksikan jajarannya melakukan prioritas evakuasi bagi seluruh pendaki yang terjebak di Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).

Sebagaimana diketahui, gempa melanda tepat di koordinat 8,4 LS dan 116,5 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 47 km arah timur laut Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), sekitar pukul 05.47 WIB Minggu (29/7/2018) pagi.

Hingga Senin (30/7/2018), upaya evakuasi terus dilakukan dengan melibatkan TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala), tim TNGR, dan pihak terkait lainnya.

“Sesaat setelah bencana, saya koordinasi terus dengan Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem dan Dirjen Perubahan iklim. Bahkan, bila perlu helikopter kita dipakai dulu untuk NTB, membantu evakuasi ataupun drop logistik bagi pendaki yang masih terjebak di dalam kawasan,” kata Siti, Senin (30/7/2018).

Keluarga besar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) juga tengah berduka, karena mendapat kabar salah satu putra dari staf Balai Litbang LHK Makassar bernama Muhammad Ainul Takzim meninggal dunia akibat bencana tersebut.

“Innalillahi wainna ilaihi raajiun. Saya juga mengucapkan rasa duka cita yang sedalam-dalamnya pada seluruh korban dan juga masyarakat terdampak bencana. Semoga diberi kekuatan dan kesabaran,” kata Siti.

Hingga Senin dini hari, jumlah pendaki TNGR yang diperkirakan naik sesuai daftar pengunjung adalah 820 orang, dengan rincian sebanyak 448 orang naik pada 27 Juli dan sebanyak 372 orang pada 28 Juli.

Jumlah ini masih bisa bertambah termasuk porter guide serta tamu yang naik pada 25 dan 26 Juli. Pengunjung yang sudah terdaftar turun sebanyak 680 orang sampai Minggu (29/7/2018).

Saat ini, masih ada yang terjebak di jalur pendakian, mereka berada di dua titik yaitu di jalur Sembalun, dan Batu Ceper.

“Untuk evakuasi ada bantuan personil Kopassus 100 orang dan ada heli dari Kodam Udayana untuk dropping logistik pendaki yang terjebak di danau. Selain itu, kami juga sudah membuka posko di kantor Balai sebagai tempat informasi bagi keluarga,” jelas Siti.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gempa lombok

Editor : Herdiyan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top