Kemenkes Siagakan Petugas Kesehatan dan Puskesmas Tangani Gempa NTB

Kementerian Kesehatan menerjunkan petugas kesehatan dan menyiagakan seluruh Puskesmas di Nusa Tenggara Barat, menyusul gempa 6,4 SR yang terjadi pada Minggu (29/7/2018).
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 30 Juli 2018 11:44 WIB
Warga mendapat perawatan di tenda pengungsian pascagempa di Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Selong, Lombok Timur, NTB pasca gempa bumi 6,4 Skala Richter (SR), Minggu (29/7). Data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat gempa mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, 12 warga luka-luka, puluhan rumah dan bangunan lainnya rusak. - ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan menerjunkan petugas kesehatan dan menyiagakan seluruh Puskesmas di Nusa Tenggara Barat, menyusul gempa 6,4 SR yang terjadi pada Minggu (29/7/2018).

Para korban yang mengalami luka langsung mendapatkan tindakan pertama dan dievakuasi ke Puskesmas. Bila membutuhkan penanganan lanjutan, maka para korban dirujuk langsung ke rumah sakit.

Lokasi terparah akibat gempa tersebut terjadi di Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Lombok Utara. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengirimkan tim pendampingan penilaian kesehatan cepat (RHA), termasuk anggota Pusat Krisis Kesehatan.

Kemenkes juga terus berkoordinasi untuk bantuan seperti obat-obatan. Selain itu, tim kesehatan telah membuat beberapa tenda layanan kesehatan untuk membantu pelayanan kesehatan selain Puskesmas.

Salah satu petugas di lapangan dari Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Jaye, melaporkan seluruh Puskesmas di Kabupaten Lombok Timur dan Utara telah disiagakan terutama di daerah tempat kejadian terparah yakni Kecamatan Bayan, Lombok Utara.

“Di Kecamatan Bayan telah siaga Puskesmas Bayan dan Puskesmas Senaru,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Senin (30/7). 

Selain Puskesmas, sebanyak 10 dokter sudah disiagakan dan ada tawaran penambahan dokter dari provinsi.

 

Meski demikian, saat ini persediaan obat dan tenaga kesehatan diklaim masih mencukupi. Pelayanan di RSUD pun disebut masih lancar karena lokasinya jauh dari pusat gempa sehingga tidak terdampak.

Hingga saat ini, terdapat 5 orang luka berat dan 41 orang luka ringan. Sementara itu, petugas dari Direktorat Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes, Gadar, melaporkan telah ada 8 orang meninggal dunia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gempa, kemenkes

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top