INFO HAJI: Jemaah Haji Asal Sulawesi Selatan Meninggal di Madinah

Jemaah haji Indonesia yang tergabung dalam kloter 5 Embarkasi Makassar, Sulawesi Selatan, Hadia Daeng Saming (73) wafat sesaat setelah mendarat di Bandara Ammir Muhammad bin Abdul Aziz (AMMA) Madinah. Ia berangkat menunaikan ibadah haji menggunakan maskapai Garuda Indonesia nomor penerbangan GA-1203.
Yodie Hardiyan | 21 Juli 2018 17:59 WIB
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kiri) berbincang dengan jemaah calon haji di sela pemberangkatan jemaah calon haji kelompok terbang pertama di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), Surabaya, Jawa Timur, Selasa (17/7/2018). - ANTARA/Moch Asim

Bisnis.com, JAKARTA--- Jemaah haji Indonesia yang tergabung dalam kloter 5 Embarkasi Makassar, Sulawesi Selatan, Hadia Daeng Saming (73) wafat sesaat setelah mendarat di Bandara Ammir Muhammad bin Abdul Aziz (AMMA) Madinah. Ia berangkat menunaikan ibadah haji menggunakan maskapai Garuda Indonesia nomor penerbangan GA-1203.

Berdasarkan keterangan tertulis di laman Kementerian Agama, dikutip Sabtu (21/7/2018), Hadia menjadi jemaah asal Indonesia kedua yang meninggal di Tanah Suci.

Sebelumnya, Sukardi Ratmo Diharjo (59), jemaah haji kloter 1 embarkasi Jakarta meninggal dunia saat sujud salat Asar di Masjid Nabawi Rabu (18/7/2018)

Tim Media Center Haji (MCH) Madinah melaporkan Hadia berangkat dari Embarkasi Makassar bersama rombongan dari Kabupaten Gowa dan Barru.

Hadia mula-mula tak sadarkan diri saat menuju antrean keimigrasian menuju Gerbang Zero Bandara AMMA saat dibopong putrinya, Asmia Hadi Hasan, yang berusia sekitar 50 tahun.

Andi Marolla, petugas Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) yang mendampingi rombongan Hadia dari Embarkasi Makassar menuturkan, di atas pesawat, sekira 2-3 jam sebelum pendaratan Hadia, sudah tampak tak sehat. Ia sesak nafas dan diketahui memang memiliki riwayat bronkitis.

Hadia menolak diangkut memakai mobil khusus untuk pasien pengguna kursi roda setelah turun dari pesawat. Saat mengantre untuk imigrasi, ia pingsan kala dipapah Asmia Hadi, lalu dibawa ke klinik bandara.

Di klinik bandara Hadia mengalami asistol alias henti jantung. Petugas paramedis mencoba melakukan Cardiopulmonary Resusication (CPR) atau usaha untuk mengembalikan fungsi pernafasan dan sirkulasi serta penanganan akibat terhentinya denyut jantung, namun tidak berhasil. Hadia dinyatakan wafat sekitar pukul 15.04 waktu Arab Saudi di Klinik Bandara AMMA pada Jumat (21/7/2018).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Ibadah Haji, info haji

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top