Usai Bertemu di Helsinki, Trump Undang Putin ke AS

Undangan disampaikan hanya beberapa hari setelah keduanya bertemu di Helsinki, Finlandia untuk membahas hubungan AS-Rusia. Usai pertemuan tersebut, Trump mendapat kritikan keras karena dinilai justru mendukung Rusia dalam hal investigasi keterlibatan Rusia di Pilpres AS pada 2016.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 20 Juli 2018  |  11:34 WIB
Usai Bertemu di Helsinki, Trump Undang Putin ke AS
Presiden AS Donald Trump (kiri) menerima bola sepak dari Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) dalam konferensi pers bersama setelah keduanya bertemu membahas sejumlah isu di Helsinki, Finlandia, Senin (16/7). - Reuters/Grigoriy Dukor

Bisnis.com, JAKARTA -- Presiden AS Donald Trump mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin untuk datang ke AS pada musim gugur tahun ini.

Undangan disampaikan hanya beberapa hari setelah keduanya bertemu di Helsinki, Finlandia untuk membahas hubungan AS-Rusia. Usai pertemuan tersebut, Trump mendapat kritikan keras karena dinilai justru mendukung Rusia dalam hal investigasi keterlibatan Rusia di Pilpres AS pada 2016.

Undangan tersebut diumumkan oleh Gedung Putih pada Kamis (19/7/2018) waktu setempat.

Seperti dilansir Reuters, Juru Bicara Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan Trump telah meminta penasihat keamanan nasional John Bolton untuk menyerahkan undangan itu kepada Putin.

Putin terakhir kali datang ke AS pada Juli 2007 selama dua hari. Ketika itu, dia tinggal di kediaman keluarga Bush.

Undangan Trump mendapat kritikan dari sejumlah pihak.

"Sampai kita tahu apa yang terjadi dalam pembicaraan dua jam di Helsinki, Presiden Trump tidak boleh menggelar interaksi satu lawan satu lagi dengan Putin. Di AS, Rusia, atau di mana pun," tegas senator senior dari Partai Demokrat, Chuck Schumer.

Pernyataan Schumer mengacu pada sesi di mana hanya Trump, Putin, dan penerjemah masing-masing yang hadir. Tidak diketahui apa topik yang dibahas dalam sesi tertutup itu.

Bahkan, pejabat tinggi dan pembuat kebijakan AS pun mengaku tidak mendapatkan informasi mengenai pembicaraan tersebut.

Tetapi, dalam konferensi pers bersama dengan Putin, Trump mengklaim isi pembahasan mereka isu mencakup anti terorisme, keamanan Israel, nuklir, serangan siber, perdagangan, isu Ukraina, perdamaian Timur Tengah, dan Korea Utara.

Trump berkali-kali mengklaim pertemuan itu sukses besar dan menolak dikatakan lemah karena terlihat mendukung Putin.

"Pertemuan dengan Rusia adalah keberhasilan besar, kecuali bagi musuh utama masyarakat, yaitu media bohong," ujarnya melalui akun Twitter resminya.

Adapun Putin menyatakan pertemuan itu sukses dan membuahkan beberapa perjanjian penting. Tetapi, tidak dijelaskan lebih detail mengenai hal ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
vladimir putin, Donald Trump

Sumber : Reuters

Editor : Annisa Margrit
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top