Jelang KTT Trump-Putin : AS Mendakwa 12 Intel Rusia Terlibat Pemenangan Trump

Dewan Juri Federal Amerika Serikat mendakwa 12 perwira intelijen Rusia terkait peretasan jaringan komputer Demokrat pada 2016, dalam tuduhan AS bahwa Moskow ikut campur dalam pemilihan presiden membantu kemenangan, Donald Trump, Jumat waktu setempat.
Rinaldi Mohammad Azka | 14 Juli 2018 14:10 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump di KTT G20, Hamburg Jerman. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Dewan Juri Federal Amerika Serikat mendakwa 12 perwira intelijen Rusia terkait peretasan jaringan komputer Demokrat pada 2016, dalam tuduhan AS bahwa Moskow ikut campur dalam pemilihan presiden membantu kemenangan, Donald Trump, Jumat waktu setempat.


Dakwaan yang menuduh adanya konspirasi luas yang melibatkan peretasan canggih dan peluncuran dokumen secara bertahap, meningkatkan 'suhu' sebelum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) pekan depan antara Presiden Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin.


Pejabat intelijen militer Rusia, GRU, memantau secara diam-diam komputer kampanye calon Demokrat Hillary Clinton dan komite kampanye Demokrat, dan mencuri sejumlah besar data, kata surat dakwaan.


"Selain merilis dokumen langsung ke publik, para terdakwa mengalihkan dokumen yang dicuri ke organisasi lain yang tidak disebutkan dalam dakwaan, dan membahas waktu pelepasan dokumen dalam upaya untuk meningkatkan dampak pada pemilu," kata Wakil Jaksa Agung AS, Rod Rosenstein, seperti dikutip Reuters.

Disponsori

Dakwaan tersebut dijamin Penasihat Khusus Robert Mueller sebagai bagian dari penyelidikan atas keterlibatan Rusia dalam pemilihan. Itu adalah pertama kalinya Mueller secara terang-terangan menuduh pemerintah Rusia ikut campur dalam pemilihan, yang membuat kemenangan tak terduga Trump. Pihak Kremlin membantah hal tersebut.

Jaksa Rosenstein mengatakan dia telah memberi penjelasan kepada Trump awal minggu ini tentang dakwaan. Menurutnya, tidak ada tuduhan bahwa warga AS melakukan kejahatan tersebut.


Beberapa jam sebelum dakwaan diumumkan, Trump menyebut penyelidikan Mueller sebagai "perburuan curang" yang menyakiti hubungan Amerika Serikat dengan Rusia.


Pengumuman dakwaan itu datang di saat yang tidak tepat bagi Trump, yang tenfah bertemu Ratu Elizabeth Inggris di Windsor Castle pada hari Jumat untuk minum teh selama kunjungan ke Inggris.


Trump mengatakan dia akan "benar-benar, tegas bertanya" Putin tentang campur tangan pada pertemuan yang direncanakan mereka di Helsinki pada Senin (16/7/2018) waktu setempat.


Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan dakwaan itu bertujuan merusak atmosfir sebelum pelaksanaan KTT. Dikatakan tidak ada bukti 12 orang yang dituduh terkait dengan intelijen militer atau peretasan.


Beberapa anggota parlemen Demokrat terkemuka meminta Trump untuk membatalkan KTT.

"Mengingat dakwaan yang menakjubkan ini oleh Departemen Kehakiman bahwa konspirator Rusia ini menyerang demokrasi kami dan berkomunikasi dengan AS untuk ikut campur dalam pemilihan kami, Presiden Trump harus segera membatalkan pertemuannya dengan Vladimir Putin," kata Senator Jack Reed, Senator Demokrat di Komite Angkatan Bersenjata Senat.

Tag : vladimir putin, Donald Trump
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top