Ritel Modern Asing Serbu Vietnam

Vietnam bersiap menyambut era ritel modern dengan masuknya sejumlah brand ritel modern, termasuk 7-Eleven.
Amanda Kusumawardhani | 06 Juli 2018 15:52 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Vietnam bersiap menyambut era ritel modern dengan masuknya sejumlah brand ritel modern, termasuk 7-Eleven.

Selama beberapa dekade, masyarakat Vietnam terbiasa berbelanja di pasar tradisional yang sumpek, panas, ramai, di mana para pedagangnya menjajakan berbagai macam barang dalam satu tempat.

Seven-Eleven mencoba masuk ke Vietnam dengan modal baru yakni dengan menawarkan toko dengan pendingin ruangan yang dilengkapi dengan Wi-Fi. Brand franchise dari Jepang ini membuka toko pertamanya di pusat kota Ho Chi Minh pada Agustus tahun lalu.

Sejak itu, Seven Eleven terus membuka cabangnya hingga dua toko dalam satu bulan. Melihat besarnya potensi di Vietnam, bahkan brand ini berambisi untuk menambah setidaknya 100 toko dalam tiga tahun ke depan.

Tak jauh berbeda, GS Retail Co, operator minimarket terbesar di Korea Selatan, membuka kantor pusatnya di Januari tahun ini. Langkah para operator asing ini juga diikuti oleh pemain lokal yang berambisi memenuhi Vietnam dengan toko-toko ritelnya.

Memanasnya persaingan ritel modern di Vietnam mulai mengemuka sejak negara ini membuka diri dengan mengupayakan kebijakan yang ramah terhadap investor asing.

"Saya melihat ada efek domino. Ketika pemain lokal melihat kesuksesan pemain asing, itu akan semakin membawa banyak pemain ritel, brand, dan pemain besar,"kata Willy Kruh, penganat industri ritel yang juga menjabat Kepala KPMG Kanada, dikutip dari Bloomberg, Jumat (6/7/2018).

Dipacu oleh besarnya pasar anak muda dengan 93 juta penduduknya berusia di bawah 35 tahun, investor tampaknya tidak memiliki pilihan selain melontarkan investasi ke Vietnam.

Tag : vietnam
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top