PILGUB JATIM 2018: Head to Head Berebut Suara Santri dan Nasionalis

Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur ditandai dengan polarisasi kekuatan yang seimbang. Hanya ada dua pasang calon gubernur dengan kekuatan basis massa relatif seimbang yang akan bertarung besok, Rabu (27/6/2018).
John Andhi Oktaveri | 26 Juni 2018 12:44 WIB
Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut dua Saifullah Yusuf (kedua kanan) didampingi calon Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno (kanan) menjawab pertanyaan disaksikan Calon Gubernur nomor urut satu Khofifah Indar Parawansa (kiri) dan Calon Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak (kedua kiri) saat Debat Publik Ketiga Pilgub Jawa Timur di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (23 - 6).

Bisnis.com, JAKARTA - Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur ditandai dengan polarisasi kekuatan yang seimbang. Hanya ada dua pasang calon gubernur dengan kekuatan basis massa relatif seimbang yang akan bertarung besok, Rabu (27/6/2018).

 Di Jawa Timur (Jatim) tidak ada nuansa etnis dan agama. Hanya saja, di provinsi tersebut pengaruh para tokoh agama cukup menentukan karena kedua kandidat berasal dari organisasi Nahdatul Ulama (NU).

Head to head antara petahana Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dengan Khofifah Indar Parawansa yang sama-sama pernah menjadi menteri kabinet pemerintah menjadi semakin menarik.

Apalagi, ada Puti Guntur Soekarno yang mendampingi  Gus Ipul dan Emil Dardak bersama Khofifah yang akan menjadi faktor penentu kontestasi. Mereka sama-sama berasal dari pasar pemilih kalangan Mataraman yang juga sering disebut kaum Nasionalis. Kelompok terakhir memiliki suara sangat menentukan di setiap pemilihan umum di Jawa Timur.

 

Tag : Pilkada Serentak
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top