Pesawat Pengangkut Pasukan Brimob Ditembaki di Papua, Ini Kronologinya

Polda Papua mengakui telah terjadi baku tembak antara TNI-Polri dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) setelah terjadi insiden penembakan pesawat Trigana Twin Otter yang mengangkut BKO Brimob dan korban luka tembak seorang pilot.
Sholahuddin Al Ayyubi | 25 Juni 2018 19:06 WIB
Personel Brimob - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Polda Papua mengakui telah terjadi baku tembak antara TNI-Polri dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) setelah terjadi insiden penembakan pesawat Trigana Twin Otter yang mengangkut BKO Brimob dan korban luka tembak seorang pilot.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal mengatakan kronologis kejadian itu bermula sekitar pukul 09.45 WIT di mana pesawar Trigana Twin Otter terpantau mengitari Bandara Keneyam dan dijaga sebanyak 35 orang personel Polri dan TNI di sekitar landasan parkir pesawat.

Kemudian pada pukul 09.50 WIT, saat pesawat mendarat di sebelah barat menuju landasan bagian timur, pesawat tersebut ditembaki sekitar 10 kali, akibat penembakan tersebut seorang pilot bernama Ahmad Abdillah Kamil mengalami luka tembak pada bagian punggung belakang sisi kanan dan terkena serpihan peluru pada kepala bagian belakang.

"Setelah insiden penembakan itu, sekitar pukul 09.53 WIT, aparat keamanan melakukan pengejaran, namun pihak orang tidak dikenal (OTK) terus mengeluarkan tembakan dan lari ke kawasan ujung timur Bandara dan memasuki kios masyarakat," tuturnya hari ini Senin (25/6/2018).

Kemudian menurut Kamal, sekitar pukul 10.00 WIT hingga pukul 11.30 WIT terjadi aksi saling kejar dan saling tembak yang berlangsung di kawasan ujung Bandara ke kawasan koteka kompleks perumahan DPRD. Kamal menjelaskan TNI-Polri yang berjumlah sebanyak 70 orang terus melakukan pengejaran ke pelaku penembakan tersebut menggunakan 2 unit truk, 2 unit mobil hilux dan ada yang berjalan kaki.

"Pada pukul 11.55 WIT, kami mendapatkan informasi bahwa ada satu korban tewas yaitu pedagang kios akibat luka tembak atas nama Henrik Sattu alias Kola," katanya.

Namun menurut Kamal, ternyata selama insiden baku tembak berlangsung tidak hanya satu pedagang kios yang terluka akibat tembakan, tapi isteri korban juga ikut menjadi korban bernama Margaretha Pali yang terkena sabetan parang di bagian kepala. Selain itu, ada satu orang warga lagi yang menjadi korban yaitu Zaenal Abidin pedagang yang meninggal akibat kena tembakan pada bagian rusuk kiri.

"Total jumlah korban meninggal dunia sampai saat ini ada 3 orang," ujarnya.

Kemudian sekitar pukul 12.00 WIT, diketahui anak Henrik Sattu alias Kola juga ikut menjadi salah satu korban akibat terkena sabetan parang pada bagian pipi kanan. Kamal menjelaskan, seluruh korban luka kini sudah ditangani dan mendapatkan pengobatan dari medis di Barak Merah Pemda Nduga.

"Jadi total sudah ada 3 orang meninggal dunia dan 2 orang luka semuanya sudah mendapatkan perawatan intensif di RS Mitra Sehat Timika Papua dan sudah dilakukan visum," tuturnya.

Menurut Kamal, Kepolisian dan TNI sampai saat ini masih mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) agar insiden serupa tidak terjadi lagi.

"Kami sudah melakukan koordinasi dengan TNI untuk mengejar para pelaku," katanya.

Tag : papua, brimob
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top