Presiden Jokowi: 3 Tahun Bukan Hanya Bangun Infrastruktur Fisik, Budaya Juga

Presiden Joko Widodo menekankan peran seni dan budaya amatlah penting untuk bangsa. Apalagi Indonesia mempunyai keragaman seni dan budaya yang sangat banyak.
Dika Irawan | 23 Juni 2018 17:39 WIB
Presiden Joko Widodo berfoto dengan peserta kuliah umum Presiden Republik Indonesia di Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Bali yang mengambil tema

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menekankan  peran seni dan budaya amatlah penting untuk bangsa. Apalagi Indonesia mempunyai keragaman seni dan budaya yang sangat banyak.

"Selama tiga tahun kita membangun infrastruktur. Tapi jangan dimaknai hanya membangun fisik semata. Artikan juga  kita membangun infrastruktur budaya untuk peradaban di masa depan, membangun konektivitas budaya, membangun mental dan karakter budaya yang baik. Pembangunan infrastruktur kini dilanjutkan dengan pembangunan Sumber Daya Manusia," tuturnya saat berikan kuliah umum di Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Sabtu (23/6/2018) dalam keterangan tertulis.

Jokowi mengatakan  revolusi industri 4.0 yang sudah bisa menghasilkan 3D printing untuk membangun rumah, autonomous vehicle, robot pembersih lantai dan robot tour guide, hal itu memperlihatkan bahwa dunia sudah berubah.

"Artinya, poin pentingnya ada pada kata kecepatan. Sekarang Negara yang cepat dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi akan meninggalkan negara yang lambat dalam hal itu. Negara yang cepat beradaptasi akan berkembang lebih cepat. Karena itu saya minta Institut Seni di seluruh Indonesia seperti ISI Denpasar untuk menumbuhkan semangat juang menghadapi perubahan dunia, karena kekayaan kita bukan hanya kekayaan alam, tapi modal seni budaya. DNA kita adalah seni dan budaya," ujarnya.

Di akhir kuliah umum, Presiden Jokowi berpesan agar kewirausahaan berdasarkan kearifan budaya lokal perlu ditingkatkan terus dan jadikan karya seni sumber pemersatu bangsa Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, menurut Menristekdikti Mohamad Nasir, Perguruan Tinggi Seni di Indonesia akan dibawa ke tingkat yang lebih tinggi, dimana teknologi dimanfaatkan untuk mendukung kreativitas seni, sehingga seni disamping mempertahankan budaya, juga dapat menghasilkan nilai ekonomi dan inovatif.

"Kementerian sudah memberikan peluang dengan membuka prodi-prodi seni dan budaya yang mengikuti zaman sekarang. Bahkan yang unik seperti prodi fashion untuk pelestarian seni dan budaya, seni digital, langsung kami berikan izinnya," ujar Nasir.

Rektor ISI Denpasar I Gede Arya Sugiartha katakan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk kebanggaan tersendiri, karena hanya ada 2 Presiden yang mengunjungi Institut Seni, yang pertama adalah Presiden Soekarno saat kunjungi Institut Seni Rupa, dan Presiden Joko Widodo yang datang ke ISI Denpasar.

Tag : jokowi
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top