Dishub Jabar : 30% Pemudik Belum Kembali

Dinas Perhubungan Jabar mencatat masih ada 30% pemudik yang belum kembali dan melintas ke wilayah Jawa Barat.
Wisnu Wage Pamungkas | 22 Juni 2018 15:10 WIB
Pemudik - Reuters/Agoes Rudianto

Bisnis.com, BANDUNG—Dinas Perhubungan Jabar mencatat masih ada 30% pemudik yang belum kembali dan melintas ke wilayah Jawa Barat.

Kadishub Jabar Dedi Taufik mengatakan pergerakan arus balik kendaraan dari arah Utara dan Selatan Jawa masuk ke Jawa Barat mulai menyusut sejak awal pekan ini.

“Sebanyak 70% pemudik ini sudah kembali, kami perkirakan sisanya 30% akan masuk ke Bandung akhir pekan ini,” katanya pada bisnis, Jumat (22/6).

Menurutnya pihaknya saat ini tengah mengantisipasi pergerakan kembali memuncak pada Sabtu (24/6) seperti pergerakan pada Senin-Selasa (18-19/6) lalu.

Angka 30% ini datang dari pemudik yang balik menggunakan roda dua. “Jumlah roda dua akan lebih banyak, karena arus balik roda empat sudah dihitung via tol,” ujarnya.

Selain masih ada sisa arus balik sebesar 30%, Dedi juga menilai pergerakan lalu lintas masih akan padat di sejumlah jalur wisata favorit seperti Pangandaran, Garut, Puncak hingga Bandung Raya.

“Keberminatan pada lokasi wisata Priangan Timur, Metro Bandung tinggi. Kalau di Puncak dan Garut cara bertindaknya buka tutup sudah jalan,” tuturnya.

Guna mengantisipasi kepadatan dan potensi kecelakaan, khusus untuk angkutan umum menuju kawasan wisata pihaknya mulai menerapkan ramp check di sejumlah titik. Dedi menunjuk ujung tol Soreang-Pasirkoja ke arah Ciwidey, lalu Pasir Hayam, Puncak yang akan menjaring angkutan umum sebelum ke lokasi wisata.

“Demi keselamatan kami akan periksa bus besar hingga kecil di titik masuk menuju tempat wisata. Hampir 4600 bus yang melayani mudik 30% tidak layak jalan, ini kita perbaiki,” tuturnya.

Dishub Jabar juga melansir perbandingan kepadatan kendaraan arus balik yang terjadi di tiga jalur utama, yakni Pantura, Tengah dan Selatan, antara tahun ini dan tahun lalu.

2017 lalu, warga yang melakukan arus balik pada h+1 di jalur Pantura sebanyak 60.827 jiwa, di jalur tengah 34.127 jiwa dan Jalur Selatan 58.921 jiwa dengan total kendaraan motor sebanyak 66.565 unit dan mobil sebanyak 87.310 unit.

Sementara pada H+2, warga yang melintas di Jalur Pantura sebanyak 99.039 jiwa, Jalur Tengah 54.351 jiwa dan selatan 96.403 jiwa dengan total kendaraan roda dua 119.223 unit dan mobil 130.570 unit.

Pada 2018, pada H+1 warga yang melintas di Jalur Pantura sebanyak 124.412 jiwa, Jalur Tengah 42.826 jiwa dan Jalur Selatan 88.283 jiwa dengan total kendaraan yang melintas 119.021 unit roda dua dan 136.540 unit roda empat.

Sedangkan di H+2, warga yang melintas di Jalur Pantura sebanhak 131.683 jiwa, jalur Tengah 43.360 jiwa dan Jalur Selatan 105.509 jiwa dengan total kendaraan roda dua sebanyak 104.308 unit dan roda empat sebanyak 175.530 unit.

Sekda Jabar Iwa Karniwa mengatakan bahwa berdasarkan data dari dishub Jabar tersebut, di H+1 terjadi peningkatan arus kendaraan sebesar 66 %. Sedangkan pada h+2 terjadi peningkatan sebesar 12 %.

Lebih lanjut Iwa mengatakan bahwa jalur tengah dan selatan mulai berkurang. Masyarakat memiliki kecenderungan melintasi Jalur Pantura.

Ia menilai hal itu tidak terlepas dari fasilitas jalan trans jawa yang sudah mulai terkoneksi meski belum 100 %.

Tag : jabar, pemudik
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top