Kader PDI Perjuangan Herman Hery Dipolisikan Terkait Dugaan Pengeroyokan

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Herman Hery resmi dipolisikan seorang warga bernama Ronny Yuniarto Kosasih ke Polres Metro Jakarta Selatan.
Sholahuddin Al Ayyubi | 21 Juni 2018 15:47 WIB
Politisi PDIP Herman Hery - Antara

Bisnis.com, JAKARTA--Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Herman Hery resmi dipolisikan seorang warga bernama Ronny Yuniarto Kosasih ke Polres Metro Jakarta Selatan.

Herman Hary dilapokrna ke polisi atas dugaan tindak pidana pengeroyokan yang dilakukan politisi PDIP tersebut beserta ajudannya karena masalah lalu lintas.

Herman Hery telah dipolisikan dengan nomor laporan LP/1076/VI/2018/RJS pada Senin 11 Juni 2018 atas dugaan tindak pidana pengeroyokan dan melanggar Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman pidana paling lama 5 tahun 6 bulan.

Kuasa Hukum Ronny, Febby Sagita mengatakan akibat insiden pengeroyokan tersebut sejumlah jari korban mengalami patah tulang dan harus dirawat jalan RS Pertamina Pusat (RSPP). Menurutnya, insiden itu berawal ketika kliennya Ronny Yuniarto Kosasih bersama istri dan 2 anaknya mengendarai sebuah mobil yang melewati jalur Transjakarta di Jalan Arteri, Pondok Indah Jakarta Selatan pada Minggu 10 Juni 2018 sekitar pukul 21.30 WIB.

Ronny yang ditilang oleh polisi karena melanggar lalu lintas, mempertanyakan kepada polisi yang sedang bertugas mengapa tidak menilang mobil Rolls Royce Phantom bernomor polisi B 88 NTT yang dikendarai Herman Hery beserta ajudan dan seorang wanita.

"Setelah itu, klien kami langsung dikeroyok oleh pria yang diduga anggota dewan HH ini bersama ajudan yang menyetir mobil itu. Melihat suaminya dikeroyok, istri klien kami yang mencoba melerai, juga ikut kena pukul dan tendang anggota dewan dan ajudannya ini," tutur Febby, Kamis (21/6/2018).

Dia memastikan pihaknya tidak akan menempuh jalur damai atau mediasi dengan pelaku. Menurutnya, pria asal NTT tersebut harus diberi pelajaran agar insiden yang sama tidak terulang kembali kepada orang lain.

Febby juga berharap Polres Metro Jakarta Selatan berlaku profesional dan mengusut tuntas perkara tersebut serta menangkap pelaku yang merupakan anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan.

"Kami berharap Polri bisa profesional mengusut tuntas kasus ini. Jangan karena pelaku merupakan anggota dewan, Polres Metro Jakarta Selatan jadi tidak profesional dalam menangani kasus ini," katanya.

Sementara itu, Ronny Yuniarto Kosasih memastikan salah satu pelaku yang melakukan pengeroyokan terhadap dirinya adalah Anggota Komisi III dari Fraksi PDI Perjuangan Herman Hery. Ronny mengaku telah mengenali wajah pelaku karena langsung melakukan pencarian di Internet setelah dikeroyok pelaku.

"Saya pastikan pelaku yang mengeroyok saya itu adalah anggota dewan. Saya luka di kepala, hidung dan jari saya patah karena dikeroyok anggota dewan ini dan ajudannya," ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi III dari Fraksi PDI-Perjuangan, Herman Hery tak bisa dihubungi. Bisnis telah mencoba melakukan konfirmasi melalui sambungan telepon dan pesan singkat namun tidak mendapatkan respons dari yang bersangkutan hingga berita ini diturunkan.

Secara terpisah, Kapolres Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut dan mencari saksi mata yang melihat langsung pengeroyokan itu.

"Kami masih melakukan pencarian saksi-saksi ya. Korban juga bilang katanya ada anggota Polisi yang menghentikan kendaraan korban untuk ditilang, kami juga sedang mencari anggota berpangkat Aiptu itu," tuturnya.

Selain itu, Indra juga menjelaskan pihaknya masih menunggu hasil visum korban dari RSPP yang butuh waktu sekitar 2 minggu. Dia memastikan Polri akan bersikap profesional dan mengusut tuntas perkara tersebut.

"Kami juga masih menunggu hasil visum korban ya dari rumah sakit yang ditunjuk. Tunggu saja, kami pasti akan menyelidiki kasus ini," katanya.

Tag : kasus penganiayaan
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top