KTT AS-KORUT: Ini Sejarah Panjang Diskusi Nuklir AS-Korut

Sejarah akan mencatat pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Singapura, 12 Juni 2018. Pembahasan soal nuklir antara kedua negara tersebut sudah berlangsung lama.
Dara Aziliya | 12 Juni 2018 06:16 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden AS Donald Trump. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Sejarah akan mencatat pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Singapura, 12 Juni 2018. Pembahasan soal nuklir antara kedua negara tersebut sudah berlangsung lama.

Dalam cuitannya pada akun Twitter resmi, Selasa (12/6/2018), Trump menyebut-nyebut soal real deal yang dapat diputuskan usai pertemuannya dengan Kim. Dalam cuitan itu, Trump seolah berkomitmen pertemuan kali ini akan menghasilkan solusi dari debat panjang soal nuklir antara Negeri Paman Sam dengan Korea Utara (Korut).

Berikut jejak panjang diskusi terkait nuklir antara AS dan Korut, seperti dikutip Bisnis dari Reuters:

  • Sejak 1990, sedikitnya 205 negosiasi dan pertemuan telah ditempuh AS dan Korut dengan sejumlah organisasi internasional, di mana AS merupakan salah satu pendirinya. Namun, tidak ada pertemuan khusus sebelum agenda pertemuan kedua negara di Singapura hari ini.
  • Dalam satu dekade terakhir, Korut telah beberapa kali ‘memanaskan suasana’ dengan melakukan 144 kali peluncuran misil dan tes nuklir.
  • AS sudah berulang kali meminta Korut menghentikan program pengembangan nuklir dan misil. Nyaris 90% pertemuan keduanya membahas program tersebut.
  • Pada 1993, Korut mengumumkan niat untuk membatalkan keterlibatannya pada Nuclear Non-Proliferation Treaty alias kesepakatan nuklir damai. Kesepakatan tersebut telah ditandatangani 189 negara guna mengendalikan bahaya senjata nuklir.
  • Pada 1994, mantan Presiden AS Jimmy Carter mengunjungi Korut atas undangan Kim Il-sung. Kim setuju untuk menghentikan sementara program nuklir.
  • Pada 2003, Korut melaksanakan diskusi dengan lima negara yaitu Korea Selatan (Korsel), Jepang, AS, China, dan Rusia soal langkah Korut yang mundur dari Nuclear Non-Proliferation Treaty.
  • Pada 2006, Korut melakukan tes nuklir pertamanya. Korut juga membatalkan komitmennya dengan kelima negara tersebut dan menyatakan akan terus mengembangkan program nuklirnya.
  • Pada 2017, di bawah kepemimpinan Kim Jong-un, Korut mengklaim telah sukses melakukan serangkaian tes bom hidrogen. Pada tahun yang sama, Korut meluncurkan Intercontinental Ballistic Missile alias misil balistik antar benua.
  • Juga pada 2017, pengajuan AS untuk mengenakan sanksi pada langkah pengembangan nuklir Korut disetujui PBB. Sanksi tersebut berupa pembatasan ekspor batu bara Korut. Setelahnya, ada beberapa sanksi yang dikenakan PBB terhadap Korut.
  • Banyak langkah baru yang ditempuh Kim Jong-un pada tahun ini seperti pertemuannya dengan Presiden Korsel Moon Jae-in beberapa waktu lalu, sekaligus pertemuan kedua Korea dalam lebih dari satu dekade terakhir. Korut juga membatalkan rencana tes nuklirnya di Gunung Mantap.

Tag : amerika serikat, korea utara
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top