Yusril Mahendra dan Amien Rais Rebutan Pengaruh

Pengamat politik Ari Nurcahyo berharap pernyataan Yusril Ihsa Mahendra terkait sepak terjang Amien Rais pada 1999 bisa membawa politik kembali ke fitrah kemaslahatan bersama.
MG Noviarizal Fernandez | 12 Juni 2018 12:58 WIB
Mantan Ketua MPR Amien Rais - ANTARA/M Agung Rajasa

Bisnis.com,JAKARTA - Pengamat politik Ari Nurcahyo berharap pernyataan Yusril Ihsa Mahendra terkait sepak terjang Amien Rais pada 1999 bisa membawa politik kembali ke fitrah kemaslahatan bersama.

Direktur Eksekutif Para Syndicate tersebut mengatakan bahwa cuitan Yusril dalam akun twitternya @YusrilIhsa_Mhd pada Senin (12/6/2018) merupakan upaya jujur seorang politisi tentang panggung politik di negeri ini yang banyak dipenuhi wajah hipokrit dan miskin keteladanan tokoh politik.

“Yusril dengan caranya mau membuka wajah asli di balik kedok dan topeng dari para politisi yg sering menanggalkan integritas, karena tidak berintegritas demi menggapai tujuan politik,” ujarnya, kepada Bisnis, Selasa (12/6/2018).

Menurutnya, pernyataan Yusril memang menunjuk ke Amien Rais, tapi hakl itu juga bisa diarahkan pada wajah politik Indonesia yang menurutnya muram akibat aktor politik yang berlaku kotor. Dia berharap pernyataan Yusril ini bisa membasuh wajah politik di negeri ini sehingga kembali ke fitrah bahwa politik itu untuk kemaslahatan rakyat, seraya mengajak semua pihak berpikir dan bersikap positif demi kebaikan negeri ini.

Yusril, lanjutnya, mau memberikan pendidikan politik kepada publik degan mengajak semua pihak untuk membuka mata membaca aktor-aktor politik yang sedang berlaga di negeri untuk kontestasi tahun depan.

Lanjutnya, secara praktis dan pragmatis, Yusril dan Amien pastinya sama-sa,a punya tujuan dan target politik, tapi mereka berbeda dalam cara, haluan, dan pilihan taktis politik. Keduanya, ujar Air, sedang berebut mengambil pengaruh dan menarik dukungan untuk meraih sumber daya politik maksimal di kontestasi pemilu 2019.

“Yusril dan Amien keduanya sama-sama intelektual, tokoh dan politisi dengan jam terbang yang tinggi, meskipun sama-sama mengejar tujuan politiknya masing-masing, namun berbeda dalam sikap dan langkah politiknya. Publik dapat belajar banyak dari kedua tokoh ini, agar kita dapat kembali mengedepankan akal sehat dan hati nurani dalam berpolitik,” pungkasnya.

Seperti diketahui, dalam akun twitternya Yusril mengaku tidak ingin mengikuti manuver politik Amien Rais karena belajar dari pengalaman 1999 ketika Amien Rais meminta pihaknya untuk mendukung Gus Dur sebagai Presiden, guna menjegal Megawati.

Setelah Gus Dur naik ke tampuk kekuasaan, poros tengah yang dimotori oleh Amien Rais kembali menggoyang kekuasaan mantan Ketua umum PBNU tersebut melalui isu skandal Brunei Gate.

Tag : yusril ihza mahendra
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top