Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ERUPSI MERAPI: Radius 3 Km dari Puncak Gunung Dikosongkan, Warga Diminta Waspada

Setelah terjadi letusan pagi ini, Jumat (1/6/2018), Gunung Merapi berada pada status Waspada level II .
Linda Teti Silitonga
Linda Teti Silitonga - Bisnis.com 01 Juni 2018  |  10:06 WIB
ERUPSI MERAPI: Radius 3 Km dari Puncak Gunung Dikosongkan, Warga Diminta Waspada
Letusan Gunung Merapi yang terjadi Jumat pagi (1/6/2018). - BPPTKG
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA— Setelah terjadi letusan pagi ini, Jumat (1/6/2018), Gunung Merapi berada pada status Waspada level II .

KESDM mengemukakan dengan kondisi saat ini, maka kegiatan pendakian Gunung Merapi untuk sementara tidak direkomendasikan, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.

Selain itu, radius 3 km dari puncak Gunung Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk.

Masyarakat yang tinggal di KRB lll, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas G.Merapi.

Dikemukakan juga, jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.

Masyarakat diimbau agar tidak terpancing isu-isu mengenahi erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya, dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi terdekat melalui radio komunikasi pada frekuensi 165.075 MHz, melalui website www.merapi.bgl.esdm.go.id, media sodial BPPTKG, atau ke kantor BPPTKG yang berada di jalan Cendana No. 15 Yogyakarta, telepon (0274)514180-514192.

Pemerintah daerah juga direkomendasikan untuk mensosialisasikan kondisi Gunung Merapi saat ini.

Dijelaskan telah terjadi erupsi Gunung Merapi yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah pada hari ini, pk. 08:20 WIB, dengan tinggi kolom abu teramati ± 6.000 m di atas puncak atau sekitar 8.968 m di atas permukaan laut.

Kolom abu teramati berwarna kelabu, dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 77 mm dan durasi ± 2 menit.

Karena ketinggian kolom erupsi melebihi 6.000 m di atas permukaan laut, maka VONA telah dikeluarkan dengan kode warna RED. Kode warna VONA dapat berubah sesuai dengan kondisi terkini.

Sebelumnya, pada Kamis (31/5/2018), BPPTKG mengeluarkan siaran pers. Pada siaran pers tersebut dijelaskan letusan freatik terakhir sebelum 2018 terjadi pada 20 April 2014. Setelah 4 tahun tenang, pada tanggal 11 Mei 2018 terjadi letusan freatik yang diikuti aktivitas letusan berikutnya sebanyak 8 kali.

BPPTKG Yogyakarta terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas Merapi setelah dinaikannya tingkat aktivitas dari Normal level I ke Waspada level II pada tanggal 21 Mei 2018 pk. 23.00 WIB.

Setelah letusan terakhir pada Kamis (24/5/2018), pk. 10.48 WIB aktivitas kegempaan yang terjadi adalah gempa VT kurang dari 1 kali/hari, hembusan 3 kali/per hari, multiphase 2 kali/hari, guguran 7 kali/hari dan tektonik 1 kali/hari.

Dilihat dari energi seismik yang digambarkan oleh data RSAM (Real-time Seismic Amplitude Measurement) secara kumulatif tidak ada peningkatan.

Pengukuran deformasi dengan tiltmeter dan GPS menunjukan terjadi deflasi pada periode 21-24 Mei 2018.

Data pengukuran gas SO2 dengan metode DOAS (Differential Optic Absorption Spectrometry) dari tanggal 21 – 30 Mei 2018 relatif tetap sejak letusan terakhir, yaitu 90 ton/hari.

Berdasarkan manifestasi pelepasan gas di permukaan yang ditunjukan oleh data pemantauan disimpulkan bahwa aktivitas vulkanik masih cukup tinggi sehingga tingkat aktivitas masih ditetapkan pada tingkat Waspada level II , demikian seperti ditulis dalam siaran pers yang dirilis pada 31 Mei 2018.

Radius 3 km dari puncak G. Merapi tidak diperkenankan untuk aktivitas penduduk. Penduduk yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III untuk tetap meningkatkan kewaspadaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gunung merapi
Editor : Linda Teti Silitonga
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top