Menlu Iran: Amerika Terkucil

Konsensus internasional untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir Iran dari kerusakan akibat tindakan AS telah makin membuat Washington terkucil, kata Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif di Teheran pada Minggu (27/5/2018).
Newswire | 28 Mei 2018 12:17 WIB
Reaktor Nuklir - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Konsensus internasional untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir Iran dari kerusakan akibat tindakan AS telah makin membuat Washington terkucil, kata Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif di Teheran pada Minggu (27/5/2018).

Masyarakat internasional telah menyampaikan dukungannya buat kesepakatan nuklir Iran, kecuali buat Israel dan beberapa negara Arab yang mendukung keluarnya AS dari kesepakatan itu, yang juga dikenal dengan nama Rencana Aksi Menyeluruh Gabungan (JCPO), kata Zarif.

"Saya percaya bahwa masih ada konsensus internasional dalam mendukungnya (JCPOA) dan (Presiden AS Donald) Trump telah gagal mengubah keadaan," kata Zarif sebagaimana dikutip stasiun televisi negara.

Sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin (28/5/2018) pagi, ia menegaskan, "Kami percaya pada bangsa kami dan kepercayaan ini memberi kami kekuatan untuk memenuhi manfaat negeri kami dalam perundingan semacam itu."

Zarif, yang merujuk kepada perundingan yang berlangsung antara Iran dan lima pihak lain mengenai kesepakatan nuklir tersebut, mengatakan jika kepentingan Iran terpenuhi dan jaminan yang diperlukan diberikan diberikan mengenai kepentingan Iran dan manfaat dari JCPOA, Republik Islam tersebut akan tetap berkomitmen padanya.

Diktakan, strategi baru AS mengenai Iran akan mengarah kepada keterkucilan Washington yang lebih besar di kalangan masyarakat internasional.

Pada Jumat (25/5/2018), Wakil Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi bertemu dengan timpalannya dari Eropa, Rusia dan China guna membahas masa depan kesepakatan itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
nuklir iran

Sumber : Antara
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top