Survei Pilpres 2019: IDM Sebut Elektabilitas Prabowo Moncer

Survei yang dirilis oleh Indonesia Development Monitoring, Kamis (24/5/018) menempatkan Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya sebagai kandidat kuat pilihan responden.
MG Noviarizal Fernandez | 24 Mei 2018 23:10 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) berjabat tangan dengan Ketua Umum DPP Partai Gerakan Indonesia Raya Prabowo Subianto seusai memberikan keterangan pers di teras belakang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/11). - Antara/Widodo S. Jusuf

Bisnis.com, JAKARTA -- Beberapa lembaga survei telah mempublikasikan hasil survei yang menempatkan Joko Widodo sebagai kandidat kuat pilihan rakyat.

Akan tetapi, survei yang dirilis oleh Indonesia Development Monitoring, Kamis (24/5/018) menempatkan Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya sebagai kandidat kuat pilihan responden.

Direktur Eksekutif Indonesia Development Monitoring (IDM), Bin Firman Tresnadi mengatakan ada beberapa indikator yang dipakai oleh mereka dalam melakukan survei, salah satunya yakni tingkat keterpilihan alias beberapa tokoh yang digadang-gadang bakal maju dalam kontestasi tahun depan.

Hasilnya, dari berbagai simulasi, baik itu simulasi lima nama, empat nama, tiga nama, dan dua nama, tingkat elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto unggul dengan para pesaingnya, bahkan dengan petahana, Joko Widodo (Jokowi).

"Pertanyaan terbuka, jika Pemilu 2019 diselenggarakan hari ini, siapa dari dua nama ini yang akan dipilih menjadi presiden. Prabowo Subianto 50,1%, dan Joko Widodo 29,8% dan 20,1% responden tidak menjawab," ungkapnya, dalam rilis yang diterima, Kamis (24/5/2018).

Sementara itu, dalam pertanyaan tertutup, responden yang memilih Prabowo Subianto sebanyak 52,9%, Joko Widodo 31,2%, dan tidak memilih 15,9.

Firman menjelaskan, dengan modal perolehan suara pada Pilpres 2014 sebesar 62,5 juta, Prabowo dianggap mampu menjaga konstituennya. Adapun konsistensi Prabowo menjadi oposisi terhadap pemerintahan Jokowi-JK dan keteguhannya akan program-program perjuangan pada masa kampanye lalu menjadi modal utama Prabowo.

"Selain itu, sikap Prabowo yang dinilai oleh responden memiliki jiwa kenegarawanan yang ditunjukannya dalam meredam ketegangan dalam kasus Ahok, atau aksi 212 menuai banyak simpatik. Begitu juga dengan kemunculan tagar ganti presiden dan menguatnya politik identitas semakin menguntungkan Prabowo," tuturnya.

Pihaknya memperkiraan jumlah DPT yang bertambah pada 2019, dari 133,5 juta menjadi 196,5 juta akan menjadi ladang pertarungan bagi para kandidat termasuk Prabowo Subianto.

Dalam survei yang digelar 28 April hingga 18 Mei 2018 ini, IDM juga menyurvei tokoh-tokoh ternama untuk menduduki posisi sebagai calon wakil presiden (cawapres). Hasilnya adalah Ketua Umum Perindo, Harry Tanoesoedibjo dipilih 5,7% responden, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini 7,4%, Menteri Koodinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani 9,6%, Ketua Umum PPP, Romahurmuziy 1,2%, Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto 8,7%, Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh dipilih 2,3% responden.

Adapula Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan 4,2%, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan 7,8%, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan 7,9%, Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar 11,8%, dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Budi Gunawan 12,6%.

Survei ini dilakukan dengan metode penarikan sampel multistage random sampling pada 400 kabupaten/ kota di 33 provinsi di Indonesia. Adapun responden yang dipakai sejumlah 2.450 orang yang disesuaikan dengan jumlah DPT Pemilu 2014 dengan margin of error kurang lebih 1,98% dengan tingkat kepercayaan 95%.

Tag : Pilpres 2019
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top