Arus Mudik Lebaran 2018: DPR Ingatkan Kasus Brexit Tak Terulang

Komisi V DPR optimistis jika pembangunan infrastruktur khususnya jalan tol Transjawa cukup efektif untuk menekan kepadatan saat arus mudik dan balik Lebaran 2018.
Lingga Sukatma Wiangga | 24 Mei 2018 14:58 WIB
Kendaraan antre keluar jalur Pantura di pintu keluar Brebes Timur, Jawa Tengah, Selasa (27/6). - Antara/Oky Lukmansyah

Kabar24.com, JAKARTA — Komisi V DPR optimistis jika pembangunan infrastruktur khususnya jalan tol Transjawa cukup efektif untuk menekan kepadatan saat arus mudik dan balik Lebaran 2018.

Kendati demikian, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ibnu Munzir mengatakan faktor-faktor terjadinya penumpukan kendaraan seperti yang terjadi dalam kasus Brebes Exit 2016 harus diantisipasi pemerintah.

“Saya kira iya [cukup efektif], cuma mesti diwaspadai kemungkinan kalau jangan kejadian kayak lalu lagi. Begitu keluar di ujung sempit, terjadi bottle-neck, di situ penumpukan kendaran macet sepanjang beberapa KM. Kami sudah minta arah infrastruktur jalan yang dibangun itu bisa digunakan,” katanya di Kantor Wakil Presiden RI, Kamis (24/5).

Di sisi lain dia pun menyarankan pemerintah agar dapat mengurangi arus mudik lewat darat dan berpindah pada angkutan udara dan laut.

Adapun terkait angkutan laut, menurutnya akan menyangut kemampuan subsidi pemerintah terhadap transportasi di sektor tersebut.

“Standar harga sekarang [untuk angkutan laut] terasa mahal bagi pemudik. Karena dia [pemudik] pikir nambah sedikit aja lebih baik naik [angkutan] udara. [Tapi] daya tampungnya kan jauh lebih besar juga kalau untuk laut itu,” imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mudik lebaran

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top