Pilpres 2019: Jokowi Bakal Diserang Kampanye Negatif

Presiden Joko Widodo diperkirakan bakal menjadi sasaran kampanye negatif dalam kontestasi Pemilihan Presiden 2019.
MG Noviarizal Fernandez | 27 April 2018 16:58 WIB
Presiden Jokowi saat tiba di Desa Citarik dengan menggunakan motor Chopperland miliknya, Minggu (8/4/2018). - Bisnis/Feni Freycinetia

Kabar24.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo diperkirakan bakal menjadi sasaran kampanye negatif dalam kontestasi Pemilihan Presiden 2019.

Silvanus Alvin, pengamat politik dari Universitas Bunda Mulia mengatakan bahwa kampanye negatif sering digunakan untuk mengerdilkan reputasi maupun kapabilitas lawan politik, dengan cara mengekploitasi kelemahan-kelemahannya.

"Pesan miring yang terkandung dalam kampanye negatif lebih memberikan stimulan di telinga masyarakat. Memang kadang ada sisi dalam diri manusia yang lebih tertarik mendengar kejelekan orang lain daripada keberhasilan orang tersebut," ujarnya, Jumat (27/4/2018).

Menurutnya, Joko Widodo sebagai petahana diperkirakan akan menjadi sasaran kampanye negatif dengan maksud menggagalkan mantan Gubernur DKI Jakarta itu menjabat untuk kedua kalinya.

Dia melanjutkan kampanye negatif tersebut kemungkinan besar akan terselubung dalam kritik kepada pemerintah.

"Bisa saja bentuknya mengkritik pemerintah tapi menggunakan data yang salah atau serampangan sehingga menimbulkan impresi yang menukik dan vital di media massa," lanjutnya.

Dia mengatakan, kampanye negatif seringkali dilakukan oleh penantang petahana yang tidak memiliki program berkualitas untuk ditawarkan kepada calon pemilih.

Dengan demikian, ujarnya, titik fokus proses pemilihan mendatang akan dihabiskan untuk menggali kekurangan-kekurangan petahana.

Patut diketahui, pada Pilpres 2014, Joko Widodo mendapatkan serangan kampanye negatif dan kampanye hitam dari berbagai pihak.

Salah satu isu yang disemburkan adalah keterkaitan mantan Walikota Surakarta tersebut dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) sebagaimana termuat dalam Tabloid Obor Rakyat, yang dibantah oleh Joko Widodo.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jokowi

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top