Disebut Cocok Jadi Cawapres, Mahfud MD Bilang Tak Bisa Bermodal Populer

Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2008-2013 Mohammad Mahfud MD berterima kasih dan bersyukur saat ditanyai komentarnya terkait beberapa partai politik yang mewacanakan namanya untuk menjadi calon wakil presiden pada pemilu 2019
Lingga Sukatma Wiangga | 19 April 2018 13:26 WIB
Mahfud MD - twitter

Kabar24.com, JAKARTA — Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2008—2013 Mohammad Mahfud MD berterima kasih dan bersyukur saat ditanya komentarnya terkait dengan beberapa partai politik yang mewacanakan namanya untuk menjadi calon wakil presiden pada pemilu 2019.

“Terima kasih ya alhamdulillah, Effendi Gazali [pakar ilmu komunikasi Universitas Indonesia]  saja nyebut Pak Mahfud ini bilang tidak [untuk mencalonkan diri], tapi gestur tubuhnya bilang iya, terserah saja,” katanya setelah mengisi kuliah umum dan diskusi yang digelar Para Syndicate, Kamis (19/4/2018).

Di sisi lain, dia mengakui belum ada komunikasi khusus yang dilain pihaknya dengan partai politik tertentu terkait wacana itu.

Dia pun memaparkan bahwa calon wakil presiden ke depan harus yang realistis. Yaitu itu yang bisa diterima oleh rakyat dengan berbagai konfigurasi kekuatannya.

“Tidak bisa capres atau cawapres hanya populer kalau dia tidak acceptable juga tidak bisa. Bukan hanya tas, tas, tas itu, elektabilitas. Tapi track record itu penting bagi negara, siapa orangnya itu wewenang parpol dan presiden yang mencalonkan,” tegasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mahfud md, cawapres, Pilpres 2019

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top