Bank Jateng Segera Rilis Student Loan Pada Semester I/2018

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) merencanakan segera merilis produk pinjaman bagi para siswa berprestasi pada semester pertama tahun ini, sebagai respon ide Presiden Joko Widodo agar perbankan menghadirkan student loans.
Puput Ady Sukarno | 31 Maret 2018 11:58 WIB
Dua mahasiswa di laboratorium. - Bisnis/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) merencanakan segera merilis produk pinjaman bagi para siswa berprestasi pada semester pertama tahun ini, sebagai respon ide Presiden Joko Widodo agar perbankan menghadirkan student loans.

"Kami ini lagi coba bangun student loans. Kalau bisa rencananya sih semester pertama tahun ini sudah bisa dirilis. Tetapi, kami masih butuh endorsement dari otoritas [Otoritas Jasa Keuangan]," tutur Direktur Bisnis Ritel & Unit Usaha Syariah Bank Jateng Hanawijaya kepada Bisnis.comdi sela acara menerima penghargaan Jawara Financial 2018 bagi Bank Jateng sebagai Top Used Bank in Commercial Bank Based on Business Activities - BUKU 2 di Jakarta, Kamis (29/3/2018) malam.

Pasalnya, student loans yang dihadirkan akan menerapkan sistem pengembalian pembiayaan dengan bayar pascapanen (yarnen).

"Yang menarik ini kan yarnen. Kalau kami menyebutnya interest during construction (IDC)," ujarnya.

Pihaknya pun sudah mempersiapkan terobosan mitigasi agar risiko student loans dengan model yarnen tersebut dapat dikurangi. Pendanaan pendidikan seperti ini memang termasuk dalam pinjaman risiko tinggi.

"Untuk mitigasi, menekan rrsikonya kami sudah menyiapkan dua terobosan. Pertama, kami lagi pikirkan dengan adanya personal guarantee (PG). Jadi, kalau Anda mau membantu tetangga bisa, jadi tetap bisa dipantau," terang Hanawijaya.

Terobosan kedua, katanya, yakni siswa yang dapat student loans bisa membuat Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), yang kemudian didaftarkan khusus kepada Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

"Sehingga  setelah lulus sekolah lalu bekerja dan suatu ketika mendapatkan penghasilan dan mengisi SPT, bisa diinformasikan ke bank, sehingga tetap bisa dipantau," lanjutnya.

Namun, terobosan tersebut masih membutuhkan persetujuan dari otoritas, baik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun Ditjen Pajak. Rencananya, dalam 1-2 pekan mendatang pihaknya akan menghadap OJK untuk membahas hal ini.

Bank Jateng mengaku sudah mempersiapkan keseluruhan berkas dan proposal yang akan diajukan kepada OJK.

"Data, dokumen dan potensi pasarnya sudah kami persiapkan. Persentase kesiapan secara internal kami bisa dibilang sudah 30%. Tahap awal akan kami siapkan anggaran sekitar Rp50 miliar," sebut Hanawijaya.

Pihaknya mengaku akan menyasar para siswa berprestasi, minimal peringkat sepuluh besar di sekolah maupun universitas, yang memiliki potensi melanjutkan pendidikan dan mimpinya, tapi terkendala dalam besarnya kebutuhan dana dalam waktu singkat.

Tag : pendidikan, bank jateng
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top