848 Santri Terima Beasiswa PBSB Kemenag

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyerahkan dana bantuan pendidikan Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) kepada 848 santri. Mereka adalah para santri yang saat ini sedang kuliah di berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia.
Yodie Hardiyan | 30 Maret 2018 01:55 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kedua kanan), Ketua Dewan Pembina Majelis Dzikir Hubbul Wathon KH Ma'ruf Amin (kedua kiri), dan Ketua Umum Hubbul Wathon KH Mustofa Aqil menabuh bedug ketika membuka Zikir Kebangsaan dan Rakernas I Majelis Zikir Hubbul Wathon di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (21/2). - ANTARA/Wahyu Putro A

Kabar24.com, JAKARTA -- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyerahkan dana bantuan pendidikan Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) kepada 848 santri. Mereka adalah para santri yang saat ini sedang kuliah di berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia.

Penyerahan secara simbolis diberikan kepada masing-masing dua mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UGM, dan UPI Bandung. Penyerahan dilakukan bersamaan dengan Halaqah Santri Nusantara di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

Hadir dalam kesempatan ini, Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ahmad Zayadi, Rektor UIN Yogyakarta Yudian Wahyudi, serta sekitar ratusan santri penerima PBSB yang tengah belajar di berbagai kampus di Indonesia.

Menag dalam sambutannya mengucapkan apresisasi atas keberhasilan para santri mengikuti seleksi dan menjalani kuliah di berbagai perguruan tinggi. Menurutnya, PBSB menjadi bagian upaya Kemenag meningkatkan kualitas para santri.

“Kami akan terus berupaya menjadikan Indonesia sebagai barometer keislaman dunia,” kata Menteri Agama di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga , Yogyakarta, dalam keterangan tertulis seperti dikutip pada Kamis (29/3/2018).

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Ahmad Zayadi mengatakan, program ini merupakan bentuk afirmasi kepada santri untuk mendapatkan percepatan mobilitas sosial. “Ini instrumen agar santri lebih siap menyongsong masa depan,” katanya.

Menurutnya, Kemenag telah bekerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi dalam program ini diantaranya, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, dan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.

Selain mendapat biaya perkuliahan, para santri yang lolos seleksi PBSB ini nantinya akan mendapat insentif bulanan serta dana pembinaan. Setelah lulus, mereka diwajibkan melakukan pengabdian mengajar di pesantren dan lembaga agama di dalam dan luar negeri.

Zayadi menambahkan, sejak dibuka pada 2005 hingga 2017, santri yang tercatat mendapatkan program beasiswa tersebut mencapai 4.276 orang. “Sebanyak 160 diantara mereka sedang berada di luar negeri menyemai keislaman yang damai,” ujarnya.

Tahun ini, Kementerian Agama juga kembali membuka PBSB. Sebagaimana tahun lalu, kuota PBSB tahun 2018 berjumlah 290 orang. Saat ini masih dibuka proses pendaftaran hingga 15 April 2018. Para penerima beasiswa yang lulus seleksi, nantinya akan melanjutkan kuliah di 14 perguruan tinggi.

Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof Yudian Wahyudi MA Phd, mengatakan, program ini terbukti berhasil menyemai santri di berbagai perguruan tinggi ternama di dalam dan luar negeri.

Yudian, yang kini duduk sebagai Ketua Asosiasi Universitas Islam se-Asia menambahkan, program ini signifikan memperkuat Islam moderat di dunia. “Islam nusantara saat ini berperan penting dalam kampanye Islam inklusif di dunia,” katanya.

Tag : menteri agama
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top