Indeks Kepercayaan Konsumen AS Tak Sesuai Harapan

Kabar24.com, JAKARTA - Indeks kepercayaan konsumen Amerika Serikat turun untuk pertama kalinya pada Maret, berbanding terbalik dengan optimisme outlook perekonomian Paman sam tahun ini.
Dwi Nicken Tari | 28 Maret 2018 11:50 WIB
Seorang pria memasukkan televisi ke mobilnya saat Black Friday di Brooklyn, New York City Amerika Serikat (AS). - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA - Indeks kepercayaan konsumen Amerika Serikat (AS) turun untuk pertama kalinya pada Maret, berbanding terbalik dengan optimisme outlook perekonomian Paman sam tahun ini. Akan tetapi, konsumsi rumah tangga tetap bergairah didukung kondisi pasar pekerja yang mendukung pengeluaran konsumen.

Mengutip Bloomberg pada Rabu (28/3/2018), Dewan Konferensi AS yang berbasis di New York mengumumkan indeks konsumen AS turun ke level 127,7 lebih rendah daripada perkiraan 131,2 dan turun dari tingkat tertingginya dalam 17 tahun pada bulan sebelumnya di level 130,1.

Perlambatan pada Maret ini mencerminkan sedikitnya responden yang memperkirakan membaiknya kondisi ekonomi, meningkatnya pendapatan, dan ketersediaan lapangan pekerjaan dalam enam bulan kedepan. Selain itu, mereka juga mengantisipasi harga saham akan meningkat pada tahun depan.

Lynn Franco, Direktur untuk Indikator Ekonomi di Dewan Konferensi AS mengatakan bahwa level indeks kepercayaan konsumen tetap tinggi sepanjang sejarah dan akan tumbuh pada bulan-bulan berikutnya.

“Selain ada penurunan rendah, level indeks kepercayaan konsumen tetap tinggi di dalam sejarahnya dan akan ada pertumbuhan yang kuat pada bulan-bulan mendatang,” katanya di dalam pernyataan seperti dikutip Bloomberg, Rabu (28/3/2018).

Adapun, Chris Rupkey, Kepala Ekonom MUFG di New York mengomentari bahwa pasar saham telah mengalami volatilitas dan konsumen tampaknya tidak suka dengan situasi tersebut. Sementara itu, sambungnya, penurunan indeks kepercayaan setidaknya tidak akan menjadi perhatian perkiraan ekonomi tahun ini

“Tetapi, kami berharap penurunan indeks kepercayaan konsumen ini berarti bahwa perekonomian memang telah melihat hari-hari terbaiknya di dalam siklus ini,” katanya seperti dikutip Reuters, Rabu (28/3/2018).

Dalam kuartal pertama tahun ini, memang sudah banyak yang terjadi di pasar global. Saham AS telah tertekan selama dua bulan ke belakang. Hal itu terjadi karena investor khawatir dengan rilis data inflasi dan berspekulasi bahwa Federal Reserve dapat menaikkan suku bunga lebih agresif tahun ini.

Sementara hingga kini, Wall Street masih terperosok karena ancaman perang dagang global, setidaknya hingga Selasa (27/3/2018).

Penjualan ritel di Negeri Paman Sam juga turun dalam tiga bulan berturut-turut, meyebabkan ekonom memprediksi adanya perlambatan dalam pengeluaran konsumen pada kuartal I/2018. Pengeluaran konsumen, yang menyumbang dua per tiga aktivitas perekonomian AS, tumbuh 3,8% secara tahunan pada kuartal IV/2017.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
amerika serikat, indeks kepercayaan konsumen

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top