Presiden China Akui Korut Siap Hentikan Program Nuklirnya

China mengakui bahwa pemimpin Korea Utara Kim Jong-un telah berjanji akan menghentikn program nuklirnya setelah bertemu dengan Presiden Xi Jinping, dan kedua negara sepakat mempertahankan persahabatan.
John Andhi Oktaveri | 28 Maret 2018 09:51 WIB
Warga Korea Utara menonton peluncuran uji rudal balistik antarbenua Hwasong-14 . Foto dirilis Korea Utara News Agency (KCNA). - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA - China mengakui bahwa pemimpin Korea Utara Kim Jong-un telah berjanji akan menghentikn program nuklirnya setelah bertemu dengan Presiden Xi Jinping, dan kedua negara sepakat mempertahankan persahabatan.

Setelah muncul spekulasi dua hari terakhir, China akhirnya mengumumkan hari ini bahwa Kim telah berkunjung ke negaranya untuk bertemu dengan Xi.

Pertemuan itu disebut sebagai pertemuan tidak resmi meski berlangsung sejak Minggu (25/3/2018) hingga hari ini.

Kantor berita Xinhua melaporkan bahwa pertemuan itu berjalan sangat sukses sebagaimana dikutip Reuters, Rabu (28/3/2018). Bagi Kim, kunjungan ke China merupakan lawatan perdana ke luar negeri sejak dia menggantikan mendiang ayahnya, Kim Jong-il, sebagai pemimpin Korut pada 2011.

Selama beberapa hari terakhir berkembang desas-desus bahwa Kim melakukan kunjungan mendadak ke Beijing. Sejumlah media Jepang awalnya melaporkan bahwa seorang tokoh penting Korea Utara tiba dengan menumpang sebuah kereta diplomatik dan dikawal dengan penjagaan keamanan ketat.

Korea Selatan mengatakan tidak mengetahui identitas pejabat itu, namun mereka "memantau situasi" dengan saksama. Saat kabar tersebut marak beredar, China maupun Korea Utara tidak merilis pernyataan resmi.

Rumit

Bulan lalu, Presiden AS Donald Trump menerima undangan untuk bertemu dengan Kim. Ini peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan para pejabat berbagai negara diyakini bekerja keras di belakang layar untuk menyelesaikan permasalahan diplomatik yang rumit.
Menurut para pengamat, para pemimpin Korea Utara dan China kemungkinan akan terlebih dahulu bertemu sebelum KTT itu berlangsung.

China adalah sekutu ekonomi utama Korea Utara. Rekaman video dari saluran Jepang, Nippon News Network, menunjukkan gerbong kereta warna hijau dengan garis memanjang warna kuning.

Awal bulan ini Menteri Luar Negeri Korea Utara mengunjungi Stockholm, dan melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Swedia Stefan Lofven, menyusul rencana pertemuan antara Trump dan Kim.

KTT yang akan merupakan pertemuan pertama antara para pemimpin AS dan Korea Utara itu belum ditentukan tanggalnya, namun dijadwalkan berlangsung bulan Mei.

Sebelum itu, Kim juga akan bertemu dengan mitranya dari Korea Selatan, Moon Jae-in pada bulan depan.

 

Tag : china, korea utara
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top