Polisi Masih Memburu Penyebar Hoaks Telur Palsu di Media Sosial

Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Mabes Polri masih memburu pelaku penyebar berita palsu atau hoaks tentang telur palsu yang memiliki dampak negatif terhadap industri telur serta menjadi viral di media sosial.
Sholahuddin Al Ayyubi | 27 Maret 2018 19:22 WIB
Polisi terus memburu penyebar hoaks telur palsu. - Bisnis.com/Sholahuddin Al Ayubi

Kabar24.com, JAKARTA – Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Mabes Polri masih memburu pelaku penyebar berita palsu atau hoaks tentang telur palsu yang memiliki dampak negatif terhadap industri telur serta menjadi viral‎ di media sosial.

Kasubdit II Dittipidsiber Bareskrim Mabes Polri, Kombes Pol Asep Safruddin mengemukakan Kepolisian masih mengejar pelaku penyebaran video hoaks yang menjadi viral di media sosial tersebut.

Menurutnya, pelaku penyebar informasi hoaks tersebut bisa dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik‎ (ITE) karena memviralkan informasi palsu mengenai telur palsu.

"Kami masih menyelidiki pelaku yang memviralkan video ini. Masih kami kejar," tuturnya pada Selasa (27/3/2018).

Menurutnya, berdasarkan hasil penyelidikan sementara video viral tentang telur palsu itu ternyata dibuat di Pasar Johar‎ Baru, Jakarta Pusat. Salah satu tokoh yang terekam tengah marah dan menuding adanya telur palsu pada video tersebut juga mengaku dirinya telah termakan oleh informasi palsu.

"Jadi, setelah dilakukan pengecekan pada laboratorium, hasilnya telur itu tidak palsu. Bahkan telur itu adalah telur yang sudah siap dikonsumsi oleh masyarakat," katanya.

Dia menjelaskan telur palsu yang beredar pada media sosial sebenarnya merupakan gambar dan video proses pembuatan telur mainan untuk anak-anak, bukan telur yang biasa dikonsumsi masyarakat.

Menurutnya, informasi yang beredar pada media sosial seolah-olah menunjukkan ada produsen telur yang memproduksi telur palsu untuk dikonsumsi masyarakat, tetapi dia memastikan informasi tentang telur palsu itu hoaks.

"Jadi ada yang memviralkan agar seolah-olah itu adalah telur palsu. Padahal itu mainan yang diproduksi untuk anak-anak," ujarnya.

Tag : hoax
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top