BEI Perwakilan Medan Gencar Lakukan Edukasi Pasar Modal

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Medan terus meningkatkan upaya edukasi terkait pasar modal kepada penduduk di Sumatra Utara (Sumut), salah satunya melalui pembukaan galeri Investasi Bursa Efek Indonesia.
Juli Etha Ramaida Manalu | 22 Maret 2018 13:39 WIB
Kepala Divisi Penilaian Perusahaan BEI Goklas Tambunan memberikan kata sambutan pada pembukaan Galeri Investasi BEI di Kampus Universitas Harapan di Medan, Rabu (22/3). - Bisnis/Juli Etha Ramaida Manalu

Bisnis.com, MEDAN — PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Medan terus meningkatkan upaya edukasi terkait pasar modal kepada penduduk di Sumatra Utara (Sumut), salah satunya melalui pembukaan galeri Investasi Bursa Efek Indonesia.

Kepala Divisi Penilaian Perusahaan BEI Goklas Tambunan menyebutkan sama seperti masyarakat pada umumnya, stigma bahwa bisnis saham sama dengan perjudian dan haram dinilai masih melekat pada warga Sumut. Hal ini lah yang ingin diubah melalui edukasi kepada para calon investor, khususnya masyarakat kabupaten atau kota di Sumut.

“Harapannya kan begini, kami mengenalkan pasar modal ini ke semakin banyak orang. Di mana banyak orang berkumpul, sasaran kami kan di situ,” paparnya di sela-sela peresmian Galeri Investasi BEI di Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Harapan Medan, Rabu (22/3/2018).

Hingga saat ini, ungkap Goklas, jumlah investor di pasar saham bahkan tak sampai 1% dari total jumlah penduduk Indonesia. Untuk itu, dibukanya galeri investasi BEI di sejumlah daerah diharapkan dapat menjadi sarana untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dari berbagai kalangan.

Saat ini, terdapat sekitar 30 galeri BEI di berbagai provinsi di Indonesia. Dari jumlah tersebut, dua di antaranya bahkan berlokasi di pasar tradisional seperti yang ada di Sukabumi, Jawa Barat dan Balikpapan, Kalimantan Timur.

“Kita lihat kalau seperti ini, di kampus, dunia akademis, mahasiswa dan dosen itu lebih gampang untuk kami masuk dan mengenalkan [pasar modal]. Namun, yang kami lihat di pasar itu adalah perputaran uang di situ kan cukup banyak. Selama ini, kami lihat banyak yang ikut arisan berantai segala macam, orang lebih tertarik seperti itu. Sayang sekali kan,” tambahnya.

Dari 14 juta jiwa penduduk Sumut, baru 28.000 orang yang terlibat dan menjadi investor saham. Sebanyak 21.000 orang di antaranya berasal dari wilayah Medan dan sisanya dari kota atau kabupaten lain. 

Adapun tiga sektor yang paling menarik minat masyarakat adalah saham dari perusahaan perbankan, diikuti consumer goods dan konstruksi.

Kepala Perwakilan BEI Medan M Pintor Nasution menyebutkan tahun ini pihaknya menargetkan 8.000 investor baru dari Sumut. Lebih lanjut, dia mengungkapkan saat ini ada lima perusahaan yang telah melantai melalui BEI Medan.

Khusus untuk investor dari kalangan masyarakat, pihaknya berencana untuk melakukan edukasi melalui pembukaan lima galeri investasi BEI di lima kampus atau universitas yang ada di kota Medan.
Salah satunya adalah persemian galeri investasi BEI di Kampus Universitas Harapan.

Selain Universitas Harapan, ada empat kampus lain yang akan dituju antara lain Universitas Methodist dan Universitas Nomensen Siantar.

“Kami udah sangat gencar terutama di kalangan akademisi, sudah semua kampus kami edukasi nih, bahkan sekarang ke rumah sakit segala,” tutur Pintor.

BEI Medan memang berencana berencana untuk membuka galeri investasi BEI di salah satu rumah sakit di Medan dalam waktu dekat. Tak hanya rumah sakit, ke depannya, pihaknya juga berniat melebarkan sayap ke pasar tradisional yang ada di Sumut.

Tag : bursa efek indonesia
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top