Pendiri Whatsapp Imbau Hapus Akun Facebook

Brian Acton, yang mendirikan WhatsApp bersama Jan Koum pada 2009, mengatakan bahwa sudah waktunya bagi pengguna untuk meninggalkan Facebook, menyusul skandal baru-baru ini dengan dugaan keterlibatan tidak langsung Facebook dalam Pemilu Amerika Serikat 2016.
Newswire | 22 Maret 2018 07:47 WIB
Aplikasi WhatsApp terlihat di layar ponsel. - Reuters/Thomas White

Kabar24.com, JAKARTA - Brian Acton, yang mendirikan WhatsApp bersama Jan Koum pada 2009, mengatakan bahwa sudah waktunya bagi pengguna untuk meninggalkan Facebook.

Himbauan itu menyusul skandal baru-baru ini dengan dugaan keterlibatan tidak langsung Facebook dalam Pemilu Amerika Serikat 2016.

Seperti diketahui, perusahaan data mining dan analytics Cambridge Analytica menyalahgunakan data pengguna Facebook yang melanggar pedoman dan ketentuan Facebook, yang menyebabkan skandal besar yang terus berlanjut.

Data tersebut memainkan peran besar dalam mempengaruhi pemilih dalam Pemilu AS 2016 untuk mendukung calon presiden pada waktu itu, Donald Trump. Skandal ini telah menyebabkan penurunan besar pada nilai saham Facebook dalam seminggu terakhir.

Hal ini membuat orang-orang dalam komunitas teknologi mengalihkan perhatian mereka terhadap "keheningan" Facebook dan CEO Mark Zuckerberg atas kasus tersebut. Beberapa investor bahkan dilaporkan menuntut Facebook atas jatuhnya harga saham.

Untuk itu, melihat kontroversi yang berkembang tersebut Brian Acton menyuarakan pendapatnya di Twitter bahwa orang-orang sebaiknya menghapus akun Facebook mereka.

"Hapus dan lupakan. Sudah waktunya untuk peduli tentang privasi," ujar dia, dilansir dari laman GSM Arena.

Brian Acton meninggalkan WhatsApp awal tahun ini. Akuisisi aplikasi Facebook senilai 22 miliar dolar AS menghasilkan kekayaan bersihnya sebesar 5,5 miliar dolar AS. Dia baru-baru ini menginvestasikan 50 juta dolar AS ke layanan saingan WhatsApp, Signal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
facebook

Sumber : Antara
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top