Longsor Tutup Akses Jalan Menuju Lautan Pasir Bromo

Akses jalan menuju objek wisata Gunung Bromo dari Desa Ngadisari, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur tertutup longsor, Minggu (18/3/2018).
Newswire | 18 Maret 2018 16:42 WIB
Panorama Gunung Bromo, Jawa Timur, saat matahari terbit, Rabu (26/4/2017). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA -- Akses jalan menuju objek wisata Gunung Bromo dari Desa Ngadisari, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur tertutup longsor, Minggu (18/3/2018).

Antara melansir, sebagian tebing di timur jalan utama menuju laut pasir di Dusun Cemoro Lawang, Dewa Ngadisari, Kecamatan Sukapura tiba-tiba longsor dan menutup seluruh badan jalan. Akibatnya, seluruh moda transportasi tidak dapat menggunakan jalur tersebut.

Camat Sukapura Yulius Christian mengatakan pihaknya melakukan koordinasi dengan forum komunikasi pimpinan kecamatan, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, kepala desa, dan masyarakat pelaku usaha wisata sebagai langkah awal pendataan bencana longsor.

"Melalui sarana komunikasi yang ada, kami telah mendapatkan data material longsor yang menutup jalur menuju lautan pasir di Gunung Bromo itu setebal 20 meter dengan lebar 6 meter dan panjang 50 meter. Sehingga, dibutuhkan alat berat untuk membersihkannya," paparnya.

Menurut Yulius, pihaknya telah mengirim laporan awal kepada Sekretaris Kabupaten Probolinggo untuk melakukan koordinasi dengan kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo dan Kepala Dinas PUPR serta Taman Nasional Bromo Tengger Semeru untuk mendapatkan bantuan alat berat.

Dia melanjutkan koordinasi yang cepat membuat alat berat sudah siaga di sekitar lokasi bencana. Namun, masyarakat Tengger yang sedang melaksanakan ibadah Hari Raya Nyepi mengusulkan agar pembersihan material longsor dilakukan pada Senin (19/3) setelah rangkaian ibadah selesai.

"Hasil rapat koordinasi dengan sejumlah tokoh adat dan pandita masyarakat Tengger adalah pembersihan material longsor sebaiknya baru dilakukan pada Senin (19/3) dengan dua pertimbangan untuk menghormati adat warga Tengger," terang Yulius.

Pertimbangan pertama, masyarakat masih melakukan ritual "Ngembak Geni" untuk menyempurnakan seluruh rangkaian ibadah Nyepi 1940 Saka pada Minggu (18/3).

Alasan kedua, akses jalan yang tertutup longsor termasuk salah satu daerah yang disucikan warga Tengger. Dengan demikian, kendaraan bermotor dari arah Cemoro Lawang menuju lautan pasir selama rangkaian ritual Nyepi belum dapat diizinkan melintas, termasuk ekskavator dan truk.

Sementara itu, Sekretaris Kabupaten Probolinggo Soeparwiyono mengungkapkan pihaknya langsung berkomunikasi dengan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto dan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo Prijono untuk segera memandu pembersihan longsor agar wisatawan dapat kembali berkunjung ke Gunung Bromo.

"Untuk pelayanan wisatawan yang akan melihat Gunung Bromo, sudah dicarikan jalur dan pemandangan alternatif, yakni ke Mentigen dan Seruni Point," terangnya.

Sumber : Antara

Tag : gunung bromo
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top