Pesawat Tempur Ditembak Jatuh, Rusia Intensifkan Serangan di Suriah

Pesawat tempur Rusia mengintensifkan serangan di kota-kota yang dikuasai pemberontak di Provinsi Idlib, Suriah Utara. Serangan dilakukan sehari setelah pemberontak menembak jet tempur Rusia dan menewaskan pilotnya.
John Andhi Oktaveri | 18 Maret 2018 14:51 WIB
Sebuah pesawat transport militer Rusia An-26 terlihat dari landasan pacu lapangan terbang Shagol di wilayah Chelyabinsk, Rusia, 22 Agustus 2016. Pesawat tipe yang sama jatuh di pangkalan udara Hmeymim milik Rusia di Provinsi Latakia di Suriah pada tanggal 6 Maret 2018. Gambar diambil 22 Agustus 2016. - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA--Pesawat tempur Rusia mengintensifkan serangan di kota-kota yang dikuasai pemberontak di Provinsi Idlib, Suriah Utara. Serangan dilakukan sehari setelah pemberontak menembak jet tempur Rusia dan menewaskan pilotnya.

Serangan udara menghantam Kota Kafr Nubl dan Maasran, juga kota-kota Saraqeb, Maart al Numan dan Idlib sebagaimana dikutip Reuters, Minggu (18/3/2018).

Sumber pertahanan sipil melaporkan sejumlah korban tewas dan puluhan luka-luka akibat serangan tersebut. Para saksi dan penduduk mengatakan sebuah rumah sakit di Maarat al Numan terkena serangan udara. Sedikitnya lima orang tewas dalam serangan lain di gedung pemukiman di Kafr Nubl.

Video yang direkam tim penyelamat memperlihatkan bayi-bayi diselamatkan dari rumah sakit yang rusak akibat serangan. Tim penyelamat juga berusaha memadamkan api.

Di Kota Idlib, Ibu Kota Provinsi, seorang saksi mengatakan sebuah gedung lima lantai hancur rata dengan tanah. Sedikitnya 15 orang tewas.

Pada Desember lalu, tentara Suriah bersama milisi yang didukung Iran serta kekuatan udara Rusia juga melancarkan serangan di Provinsi Idlib. Wilayah tersebut merupakan daerah kekuasaan terakhir oposisi yang padat penduduk. Kementerian Pertahanan Rusia dan pemberontak Suriah mengatakan pesawat SU-25 Rusia ditembak jatuh di kawasan di mana pertempuran sengit berlangsung, Sabtu (3/2).

Kementerian Pertahanan Rusia membantah telah membidik warga sipil dalam serangannya. Mereka menyatakan serangan hanya menyasar pada milisi garis keras di Suriah.

Serangan udara yang dilancarkan pasca jet Rusia ditembak jatuh pemberontak telah menewaskan sedikitnya 10 orang, termasuk anak-anak di Khan al Subl dekat jatuhnya pesawat. Jenazah tujuh anggota keluarga ditemukan di bawah reruntuhan dalam serangan di Kota Maasran.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan pilot selamat dalam insiden jatuhnya pesawat jet tersebut. Tetapi kemudian pilot itu tewas dalam pertarungan di darat.

"Pilot tewas dalam pertarungan dengan para teroris," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
suriah

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top