Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tanjakan Emen Perlu Ditambah Sarana Keselamatan Jalan

Pemerintah dinilai perlu memberikan sarana pendukung keselamatan jalan di tanjakan Emen, Subang selama menunggu proses rekonstruksi (realignment) hingga 4 bulan.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 13 Maret 2018  |  20:54 WIB
Petugas membawa korban kecelakaan bus pariwisata di Tanjakan Emen, saat tiba di IGD RSUD Ciereng, Subang, Jawa Barat, Sabtu (10/2/2018). - Antara/Yusup Suparman
Petugas membawa korban kecelakaan bus pariwisata di Tanjakan Emen, saat tiba di IGD RSUD Ciereng, Subang, Jawa Barat, Sabtu (10/2/2018). - Antara/Yusup Suparman

Kabar24.com, JAKARTA – Pemerintah dinilai perlu memberikan sarana pendukung keselamatan jalan di tanjakan Emen, Subang selama menunggu proses rekonstruksi (realignment) hingga 4 bulan.

Wakil Ketua Forum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno mengatakan proses realignment tanjakan yang membutukan waktu hingga 4 bulan sudah ideal. Dalam rekonstruksi tersebut memerlukan proses tender kontraktor pelaksana.

"Hanya saja, pemerintah harus memikirkan upaya jangka pendek, sebelum proyek tersebut rampung. Harus ada penanganan khusus," kata Djoko, Selasa (13/3/2018).

Dia menambahkan penanganan tersebut adalah penambahan sarana penunjang keamanan seperti peningkatan penerangan jalan, pita penggaduh (rumble strip), hingga marka jalan.

Pihaknya juga menilai perlu ditempatkan sejumlah petugas dari dinas perhubungan atau pemerintah daerah setempat. Petugas tersebut akan berjaga secara bergantian untuk memberikan tanda agar pengguna jalan bisa berhati-hati saat melintas di tanjakan Emen.

Pada Senin (12/3/2018), tanjakan Emen kembali memakan korban. Kali ini sebuah mini bus dari arah Bandung menuju Subang terguling dan menyebabkan 16 korban terluka dengan tujuh diantaranya menderita luka berat.

Padahal, Kementerian Perhubungan bersama Komisi IV DPRD Jawa Barat, Jasa Raharja, Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, dan Perumahan Rakyat sepakat untuk mengubah nama Tanjakan Emen menjadi Tanjakan Aman.

Diharapkan dengan penggantian nama bisa menjadikan lokasi tersebut terbebas dari kecelakaan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kecelakaan tanjakan emen
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top