Belum Tiga Bulan, Sudah 23 Kapal Pesiar Sandar & Berlabuh di Benoa

Kunjungan kapal pesiar ke Pelabuhan Benoa mengalami lonjakan drastis hingga 77% jika dibandingkan periode sama tahun lalu, yang diperkirakan karena mudahnya perizinan dan peningkatan infrastruktur di pelabuhan ini.
Feri Kristianto | 13 Maret 2018 19:15 WIB
Kapal pesiar MV Pacific Eden ketika bersandar di Benoa. - Bisnis.com/Feri Kristianto

Kabar24.com, DENPASAR—Kunjungan kapal pesiar ke Pelabuhan Benoa mengalami lonjakan drastis hingga 77% jika dibandingkan periode sama tahun lalu, yang diperkirakan karena mudahnya perizinan dan peningkatan infrastruktur di pelabuhan ini.

Pelindo III Cabang Benoa mencatat hingga awal Maret ini, sudah sebanyak 23 unit kapal pesiar bersandar dan berlabuh di pelabuhan terbesar di Bali ini. Jumlah tersebut meningkat dari periode sama pada tahun lalu hanya 13 unit kapal pesiar bersandar.

Jumlah kedatanagn itu ikut memberikan dampak peningkatan wisman melalui pintu masuk Benoa sebesar 28% pada periode Januari-Februari atau tercatat 21.600 wisatawan. GM Pelindo III Cabang Benoa Wayan Eka Saputra mengatakan mayoritas kapal yang masuk ke pelabuhan ini berbendera Bahama, Malta, dan United Kingdom dengan rata-rata durasi waktu berlabuh dan bersandar selama 24 jam. Diperkirakan lebih dari 10.000 orang wisman diangkut oleh kapal-kapal tersebut.

“Kami terus melakukan inovasi dan perbaikan layanan agar kapal-kapal tersebut semakin mudah masuk ke Benoa. Kedatangan kapal ini tentu membawa pengaruh positif bagi perekonomian Bali dan semua industri bisa merasakannya,” jelasnya, Selasa (13/3/2018).

Eka menuturkan kapal yang sandar dan berlabuh tidak saja dengan rute rutin ke Bali tetapi ada pula yang baru membuka rute. Salah satunya kapal Norwegian Jewel berbendera Bahama yang mengangkut sebanyak 1.500 orang wisman yang sempat melakukan exchange plague sebagai tanda kunjungan perdana di Pelabuhan Benoa. Bahkan, kapal ini berencana akan kembali berlabuh di pelabuhan yang dirancang menjadi pelabuhan marina terbesar di Indonesia ini, usai berlayar ke Alaska, Amerika Serikat.

Dia menyatakan hingga akhir Maret 2018, jumlah kapal yang siap sandar maupun berlabuh di sini sebanyak 29 unit kapal. Menurutnya, pada awal tahun dan akhir tahun memang merupakan masa kedatangan kapal pesiar karena merupakan salah satu musim kunjungan bagi wisatawan. Biasanya jumlah kapal yang berlabuh dan sandar akan kembali berkurang pada pertengahan tahun.

Eka mengungkapkan meningkatnya kunjungan kapal pesiar ini menjadi kabar menggembirakan bagi Bali serta pelaku pariwisata karena membuktikan Benoa dilirik sebagai pintu kedatangan tidak saja Bandara Ngurah Rai. Pihaknya menyakini kedatangan sejumlah kapal beserta wisman itu akan sangat berdampak positif bagi industri pariwisata di pulau berpenduduk sekitar 4 juta jiwa ini.

Apalagi, sejumlah wisman yang datang tidak saja berdiam di kapal tetapi ikut keluar untuk menikmati objek wisata yang ada di sekitaran Benoa. Dia menyampaikan ada 5 lokasi favorit wisman yang menggunakan kapal pesiar yakni Kuta, Canggu, Ubud, Seminyak, dan Nusa Dua.

Pengelola pelabuhan menekankan jika melihat tingkat kunjungan pada awal tahun ini, maka target sebanyak 80 call kapal pada akhir 2018 bisa tercapai. Ditambah lagi, sejak awal Januari lalu, infrastruktur Pelabuhan Benoa terus ditingkatkan agar kapal berukuran 340 meter bisa masuk. Selain itu, kapasitas terminal dinaikan hingga bisa melayani 4.000 penumpang per kedatangan.

“Progress pengembangan positif. Kami juga harus memberi pelayanan terbaik untuk Annual Meeting IMF-World Bank,” tegasnya.

Tag : kapal pesiar, pelabuhan benoa
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top