Ikuti China, Jerman Kecam Kebijakan Tarif Impor Logam AS

Jerman mengecam langkah Presiden Donald Trump mengenakan tarif impor logam dengan mengatakan Eropa perlu bersatu untuk menghadapinya setelah China mengkritik kebijakan yang dinilai mengancam sistem perdagangan global tersebut.
John Andhi Oktaveri | 12 Maret 2018 11:45 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pidato perdananya di hadapan kongres Negeri Paman Sam, Rabu (1/3/2017). - Reuters/Kevin Lamarque

Kabar24.com, JAKARTA —Jerman mengecam langkah Presiden Donald Trump mengenakan tarif impor logam dengan mengatakan Eropa perlu bersatu untuk menghadapinya setelah China mengkritik kebijakan yang dinilai mengancam sistem perdagangan global tersebut.

Trump menetapkan tarif impor 25% atas produk baja dan 10% untuk aluminium Kamis lalu dengan masa tenggat pemberlakuan selama 15 hari. Namun, dia memberikan pengecualian untuk sejumlah negara setelah mendapat kecaman dari berbagai negara sekutu AS.

“Kebijakan Trump menempatkan sistem perdagangan dan perekonomian global terancam,” ujar Menteri Ekonomi dan Energi Jerman, Brigitte Zypries sebagaimana dikutip Reuters, Senin (12/3).

Zypries mengatakan Trump tidak mau mengerti dengan sistem perdagangan global yang berbasiskan pasar terbuka. Kebijakannya itu hanya akan merusak pertumbuhan tenaga kerja dan kesejahteraan.

Beberapa jam sebelumnya di Beijing, Menteri Perdagangan Zhong Shan menyatakan setiap perang dagang dengan AS hanya akan membawa bencana bagi perekonomian dunia.

Kalangan industri pengelolaan baja dan aluminium di AS juga mengkritik kebijakan Trump. Mereka berdalih kebijakan itu akan membuat biaya produksi menjadi tinggi.

Zypries menambahkan bahwa Eropa harus menghindari perpecahan akibat AS memberlakukan pengecualian atas sejumlah negara. Beberapa negara yang mendapat keistimewaan itu adalah Meksiko, Kanada dan Australia.

Eropa merupakan eksportir terbesar baja ke AS. Sebanyak 5 juta ton per tahun baja diimpor dari Eropa dari 35 juta ton yang masuk ke AS secara keseluruhan.

Brussels telah memperingatkan akan membalas apa yang dilakukan Trump jika negaranya terkena dampak pengenaan tarif tersebut. Tapi, Uni Eropa, Jepang mendesak AS untuk memberikan pengecualian bagi mereka dan meminta semua negara mencari solusinya dengan kepala dingin.

Tag : Donald Trump
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top