Ini Pertimbangan Cawapres Pendamping Jokowi versi Maruarar Sirait

Politisi muda PDI Perjuangan Maruarar Sirait menyebut empat variabel yang menjadi pertimbangan calon wakil presiden yang akan mendampingi Presiden Joko Widodo dalam pemilu presiden 2019
Lingga Sukatma Wiangga
Lingga Sukatma Wiangga - Bisnis.com 28 Februari 2018  |  14:22 WIB
Ini Pertimbangan Cawapres Pendamping Jokowi versi Maruarar Sirait
Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) bersama Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kiri), Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani (kedua kiri), Menko Perekonomian Darmin Nasution (ketiga kanan), Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (kedua kanan), dan Ketua Panitia Rakornas Kadin 2017 Maruarar Sirait menghadiri penutupan Rakornas Kadin 2017, Jakarta, Selasa (3/10). - ANTARA/Rosa Panggabean

Kabar24.com, JAKARTA—Politisi muda PDI Perjuangan Maruarar Sirait menyebut empat variabel yang menjadi pertimbangan calon wakil presiden yang akan mendampingi Presiden Joko Widodo dalam pemilu presiden 2019.

Seperti diketahui, akhir pekan lalu dalam rapat kerja nasional PDI Perjuangan di Bali partai berlambang kepala banteng itu sudah menetapkan Joko Widodo untuk mengikuti kontestasi kontestasi pemilu presiden 2019.

“Logika saya ada empat variabel pertimbangan cawapres bagi Pak Jokowi,” ujarnya dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan Populi Center, Rabu (28/2).

Variabel pertama, kata Maruarar, calon pendamping Joko Widodo harus bisa ikut meningkatkan elektabilitas.

“Kalau seandainya nanti menjelang pemilu presiden 2019 elaktabilitas Jokowi menurut survei belum aman, penetapan calon pendamping dengan elektabilitas tinggi menjadi rasional,” katanya.

Kedua, lanjut dia, masalah kecocokan. Dia mencontohkan, saat pemilu presiden 2009 elektabilitas Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY sangat tinggi. Sehingga  SBY memilih Boediono untuk menjadi pendampingnya berdasarkan kecocokan tersebut.

Saat itu diketahui elektabilitas Boediono tidak terlalu bagus.

“Saat itu Pak SBY pilih Boediono bukan karena elektabilitas tapi nyaman bisa bantu pemerintah,” tuturnya.

Ketiga, perpaduan antara variabel pertama dan kedua. Keempat, Joko Widodo akan memilih pendamping yang dapat melanjutkan visi kepemimpinannya pada 2024. Artinya, calon wakil presiden itu dapat diproyeksikan pada pemilu presiden 2024.

”Berkepentingan yang dibangun Jokowi saat ini bisa lanjut dan tuntas memilih wakil yang akan jadi presiden pada 2024. Bagaimana visi besar tadi bisa lanjut dan berkesinambungan,” ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, maruarar sirait

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top