Curah Hujan Tinggi, Tujuh Orang Meninggal dan Ribuan Rumah Tergenang

Intensitas hujan tinggi selama tiga hari ini mengakibatkan terjadinya banjir longsor di Kabupaten Bandung. Dampaknya 9.938 rumah tergenang, 29.814 jiwa terdampak banjir, dan 10 gedung sekolah tergenang.
Jaffry Prabu Prakoso | 24 Februari 2018 11:19 WIB
Warga menyaksikan proses evakuasi korban longsor di dekat rel KRD Bogor-Sukabumi sepanjang 40 meter yang menggantung akibat pondasi longsor di Desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/2). - ANTARA/Arif Firmansyah

Kabar24.com, JAKARTA – Intensitas hujan tinggi selama tiga hari ini mengakibatkan terjadinya banjir longsor di Kabupaten Bandung. Dampaknya 9.938 rumah tergenang, 29.814 jiwa terdampak banjir, dan 10 gedung sekolah tergenang.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan banjir dan longsor  juga terjadi di berbagai tempat di Jawa. 

“Longsor di Brebes tercatat tujuh orang meninggal dunia, 13 orang hilang, dan 5 orang masih dirawat di rumah sakit,” katanya melalui keterangan pers, Jumat (23/2/2018).

Selain itu banjir besar melanda wilayah di Kabupaten Cirebon akibat meluapnya sungai Cibeureus dan Sungai Cisanggarung. Tanggul di beberapa titik jebol menyebabkan banjir merendam permukiman, lahan pertanian, dan fasilitas publik.  

Ketinggian air banjir sekitar 100-200 cm. Terdapat sekitar 20.000 rumah terendam banjir. Banjir menyebabkan jalur keretapi lumpuh total. Jalur kereta DAOP 3 Cirebon lumpuh total, tepatnya jalur tengah antara Stasiun Ciledug-Ketanggungan mengarah ke Purwokerto dan Stasiun Tanjung-Losari arah Tegal.

Di wilayah lain, Sutopo menjelaskan banjir juga melanda wilayah di Kuningan. Sebanyak 987 jiwa mengungsi ke sanak saudara dan sebagian mengungsi di Balai Desa Kaduagung Kec. Karangkencana

“Kabupaten Bandung banjir kembali melanda 7 kecamatan. Arus lalin penghubung dari Andir ke Katapang, Dayeuh Kolot ke Banjaran, Dayeuhkolot ke Ciparay dan dari Majalaya ke Rancaekek saat ini lumpuh total. Ketinggian banjir bervariasi mulai dari 30 hingga 200 centimeter,” tambahnya. 

Di tempat lain gerakan tanah atau longsor masih berlangsung di wilayah empat Wonogiri, Jawa Tengah. Amblesan dan retakan tanah makin meluas. Pengungsi tercatat 407 jiwa yang terdapat di tenda pengungsian, rumah saudaranya, dan gedung pertemuan desa.

Sutopo mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi banjir dan longsor. “Selama Februari 2018, curah hujan di Jawa akan berintensitas tinggi. Februari 2018 adalah puncak hujan. Kondisi tanah sudah jenuh air sehingga potensi banjir dan longsor meningkat,” tutupnya.

Tag : longsor
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top