GOLDX, Uang Virtual Bersertifikat Syariah

HelloGold, sebuah perusahaan yang menjual emas secara online, telah menerima sertifikasi kepatuhan syariah untuk cryptocurrency yang mereka kembangkan.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 20 Februari 2018 16:07 WIB
Ilustrasi Bitcoin diletakkan di atas lembaran uang dolar AS. - REUTERS/Dado Ruvic

Bisnis.com, JAKARTA -- HelloGold, sebuah perusahaan yang menjual emas secara online, telah menerima sertifikat kepatuhan syariah untuk cryptocurrency yang mereka kembangkan. 

Reuters melansir, Selasa (20/02/2018), Chief Marketing Officer HelloGold Manuel Ho mengatakan uang virtual mereka yang dinamakan GOLDX diluncurkan pada akhir tahun lalu dan kini telah mendapat sertifikat syariah dari Amanie Advisors, konsultan keuangan Islam yang berbasis di Malaysia.

Ho mengklaim GOLDX tidak sama dengan uang virtual lainnya. Kepemilikan GOLDX disertai dengan diterbitkannya token (koin yang menjadi tanda bukti) yang terkait dengan emas fisik yang disimpan di Singapura. Transaksi juga harus diselesaikan dalam jangka waktu yang telah ditentukan.

Artinya, proses penerbitan dan aset audit menjadi transparan serta membuktikan adanya kepastian dan tingkat kepentingan transaksi. Poin-poin tersebut merupakan prinsip penting dalam ekonomi syariah.

Langkah ini juga menyoroti bagaimana perusahaan teknologi finansial (financial technology/fintech) memperluas pengaruhnya ke pasar keuangan syariah yang banyak digunakan di Timur Tengah serta Asia Tenggara.

Tahun lalu, HelloGold merilis aplikasi mobile di Malaysia yang menggunakan teknologi blockchain. Teknologi ini awalnya digunakan untuk memfasilitasi uang virtual seperti bitcoin.

Aplikasi tersebut, yang memungkinkan penggunanya untuk membeli dan menjual emas fisik, juga disertifikasi oleh Amanie Advisors.

HelloGold berencana memperluas platformnya ke Thailand dalam beberapa bulan mendatang dan ada kemungkinan untuk masuk ke pasar ketiga pada akhir 2018. Perusahaan ini juga sedang mengeksplorasi aset lain untuk teknologi blockchain mereka.

Sumber : Reuters

Tag : cryptocurrency
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top