Perayaan Imlek 2569, Ini Komitmen Pedagang Beras Pasar Induk Cipinang

Perayaan Tahun Baru Imlek kali ini unik sekaligus menarik bagi pengusaha beras di Jakarta, yakni beras menjadi isu nasional dan berada pada tahun politik menjelang Pemilu.
Bambang Supriyanto | 19 Februari 2018 18:55 WIB
Ilustrasi Pekerja memikul karung beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (19/1). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Kabar24.com, JAKARTA - Perayaan Tahun Baru Imlek kali ini unik sekaligus menarik bagi pengusaha beras di Jakarta, yakni beras menjadi isu nasional dan berada pada tahun politik menjelang Pemilu.  

Sebaliknya, pedagang beras dan pemilik penggilingan padi yang tergabung dalam  Persatuan Pengusaha Beras dan Penggilingan Padi Indonesia (Perpadi) DKI Jakarta menggandeng pedagang beras Pasar Induk Cipinang menggelar perayaan Imlek 2569 di area parkir pasar tersebut.

Selain untuk menunjukkan bahwa mereka komitmen untuk menjaga kestabilan harga beras, mereka juga ingin membuktikan pentingnya kebersamaan demi mendukung ketahanan pangan nasional.

"Perayaan Tahun Imlek 2569 ini bermakna bahwa kita yang berbeda latar belakang saling menghormati, menghargai keberagaman, dan menjaga kebersamaan," ungkap Nellys Sukidi, Ketua DPD Perpadi DKI Jaya, Senin (19/2/2018).   

Dia menegaskan bahwa Pasar Induk Beras adalah tempat mencari makan sehingga diharapkan semua pedagang dan pengusaha beras jangan terpecah oleh situasi di luar.

"Meskipun tahun ini adalah tahun politik tetapi mari kita jaga kebersamaan," tegas Nellys.
 
Arif Prasetyo, Direktur PT Food Station Tjipinang Jaya selaku perusahaan pengelola Pasar Induk Cipinang, mengatakan bahwa  
perusahaan dan pedagang sudah berkomitmen untuk menjaga dan mengamankan pasokan pangan. Kini, stok di Pasar Induk sebanyak 21.000 ton."Kami terus berjuang untuk memasukkan tambahan stok. Pasar Induk Cipinang memberikan kontribusi sebesar 60% untuk kebutuhan Jakarta."

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan bahwa perayaan Imlek di Pasar Induk Cipinang yang tidak membeda-bedakan kelompok dan latar belakang adalah esensi dari Kebhinekaan.
"Mari kita belajar kepada pedagang Pasar Induk Cipinang yang tidak membeda-bedakan. Betapa indahnya republik ini memasuki tahun politik tetapi tetap saling menghormati dan tidak membeda-bedakan," tegas Mendag.

Dia juga menyampaikan penghargaan kepada pedagang beras di Pasar Induk Cipinang yang berkomitmen menjaga ketahanan pangan dengan mengendalikan harga, tidak bermain dan menyimpan stok untuk keuntungan semata.

Menurutnya, pedagang berkomitmen tidak bermain dengan simpan stok, tetapi justru bersedia menekan marjin keuntungan. Akan tetapi, ujarnya, satu hal yang tidak boleh dikurangi yakni upah buruh bongkar muat beras.

"Jika tidak ada komitmen pedagang beras Cipinang, mungkin kondisi harga beras berbeda tidak seperti saat ini. Mereka berkorban demi NKRI," tegasnya.

Tag : imlek
Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top