Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Inilah Standar Akomodasi Jemaah Haji Indonesia di Arab Saudi

Tim Perumahan Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah sudah bertolak ke Arab Saudi untuk mulai mempersiapkan akomodasi bagi jemaah haji Indonesia.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 18 Februari 2018  |  14:18 WIB
Inilah Standar Akomodasi Jemaah Haji Indonesia di Arab Saudi
Jemaah tengah berada di Mina, Arab Saudi, pada pelaksanaan ibadah haji 2017 - Reuters/Suhaib Salem
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA --- Tim Perumahan Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah sudah bertolak ke Arab Saudi untuk mulai mempersiapkan akomodasi bagi jemaah haji Indonesia.

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis mengatakan tim beranggotakan 14 orang ini akan bertugas selama kurang lebih 89 hari (sampai Mei 2018) untuk menyiapkan akomodasi jemaah, di Makkah dan Madinah.

Menurut Sri Ilham, mereka akan bekerja berdasarkan pakta integritas serta pedoman dan standard operating procedure (SOP) yang telah ditetapkan.

"Tugas tim ini adalah mengidentifikasi calon hotel, memverfikasi dokumen kepemilikan dan penawaran, serta melakukan pengukuran jarak hotel," ujarnya, dalam keterangan resmi, Minggu (18/2/2018).

Mereka juga akan melakukan pemeriksaan rumah (kasfiyah), tamtir/taksir (menaksir rasio luas kamar dengan jumlah jemaah), negosiasi, dan melakukan kesepakatan harga.

Atas tugas tersebut, ada sejumlah standar penyediaan akomodasi yang harus dipenuhi.

Pertama, standar administrasi yang mencakup masalah status kepemilikan, manajemen, dan spesifikasi hotel yang akan ditetapkan.

Kedua, standar wilayah. "Tim harus memastikan lokasi hotel mudah diakses (layanan transportasi) sehingga jemaah juga mendapat kemudahan akses untuk beribadah, baik di hotel maupun di Masjidil Haram," ujarnya.

Ketiga, standar jarak, kualitas, dan harga.

Selain ketiga standar tersebut, penyediaan akomodasi harus memenuhi standar kelayakan dengan memperhatikan aspek kesehatan, keamanan, dan kenyamanan.

Tidak hanya untuk jemaah, Sri menambahkan bahwa tim akan mempersiapkan penyediaan akomodasi untuk petugas kloter, PPIH (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji) Arab Saudi, layanan sektor, dan kesehatan.

"Sewa akomodasi di Madinah akan diusahakan agar tahun ini bisa menggunakan pola full musim," ujarnya.

Dia menjelaskan sebagian akomodasi di Makkah yang disewa adalah hotel yang sudah di-repeat order dan sewa multy years (musim jamak).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ibadah Haji
Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top