Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pariaman Fokuskan Pemasaran Produk Kakao dari Kebun Petani

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat memfokuskan pengolahan dan pemasaran produk kakao lahan perkebunan milik masyarakat yang luasnya mencapai 32.000 hektare di daerah itu.
Heri Faisal
Heri Faisal - Bisnis.com 12 Februari 2018  |  23:45 WIB
Pariaman Fokuskan Pemasaran Produk Kakao dari Kebun Petani
Pekerja memeriksa buah kakao di Sunggal, Deli Serdang, Sumut, Selasa (8/1). - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, PADANG - Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat memfokuskan pengolahan dan pemasaran produk kakao dari lahan perkebunan milik masyarakat yang luasnya mencapai 32.000 hektare di daerah itu.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP) Padang Pariaman Hendra Aswara mengatakan areal perkebunan kakao di daerah itu tergolong besar dan produksinya mencapai 22% dari total produksi kakao Sumatra Barat (Sumbar).

“Potensinya di Padang Pariaman cukup besar, tapi terkendala pengolahan dan pemasarannya,” ungkapnya, Senin (12/2/2018).

Hendra menyebutkan produksi kakao daerah itu mencapai 30 kg per hari dan masih perlu digenjot untuk meningkatkan produktivitas petani. Saat ini, Pemerintah Daerah (Pemda) setempat berencana membangun pabrik pengolahan kakao agar dapat menghasilkan sejumlah produk turunan yang berorientasi ekspor.

Beberapa kelompok tani di daerah itu diklaim sudah melakukan pengembangan produk dalam bentuk cokelat batangan dan cokelat bubuk siap saji.

“Sekarang sudah cukup bagus. Pengolahan dan pengemasan sudah bagus, tinggal bagaimana menyasar pasar yang lebih luas,” terangnya.

Produk cokelat dari daerah itu telah didistribusikan di Sumbar dan beberapa provinsi tetangga, tapi jumlahnya masih sangat terbatas. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kakao
Editor : Annisa Margrit
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top