HASIL RISET: Orang Tua Sekarang Pilih Korbankan Karier untuk Masa Depan Anak

Berdasarkan penelitian Mintel terhadap orang tua muda di China menungkapkan bahwa 72% responden setuju untuk lebih mementingkan membesarkan anak mereka dari pada mengurus kariernya.
Asteria Desi Kartika Sari | 10 Februari 2018 09:59 WIB
Ilustrasi - Webmd

Bisnis.com, JAKARTA -- Saat ini, banyak orang tua muda yang lebih memprioritaskan masa depan anak dibandingkan dengan kariernya sendiri. Artinya, orang tua sudah lebih peduli untuk mengembangkan kualitas hidup sedini mungkin.

Berdasarkan penelitian Mintel terhadap orang tua muda di China menungkapkan bahwa 72% responden setuju untuk lebih mementingkan membesarkan anak mereka dari pada mengurus kariernya.

Alina Ma, Associate Director Mintel, menilai hal itu kemungkinan didorong oleh kebutuhan dan keinginan orang tua untuk memperbaiki diri.

“Prioritas utama orang tua Tionghoa muda adalah memberikan keluarga mereka kehidupan yang lebih nyaman dan menyenangkan,” tutur Ma.

Guna mewujudkan masa depan anak yang lebih cerah, beberapa kegiatan bermanfaat juga dipersiapkan untuk mengembangkan karakter anak.

Dia mencontohkan salah satu cara yang dilakukan orang tua muda di China adalah dengan memelihari binatang di rumah. Sebanyak 65% orang tua yang disurvei mengaku setuju untuk melakukan hal yang bermanfaat bagi tumbuh kembang anak-anak mereka.  

Menurut Ma, semakin banyak orang tua yang menyadari pengaruh positif dari memiliki hewan peliharanan untuk meningkatkan kualitas hidup dan perkembangan anak.

“Karena hewan peliharaan diyakini dapat meringankan perasaan kesepian, menawarkan kesempatan untuk latihan dan memberikan kesempatan pendidikan untuk diri mereka sendiri dan anak-anak mereka,” lanjutnya.

Selain itu, dilihat dari sudat pandang ayah, mereka lebih tertarik pada kegiatan yang membantu kelurga untuk berkomunikasi dengan lebih baik dan membantu anak mereka menjadi lebih kuat secara fisik. Di sisi lain, ibu di China memiliki keinginan yang kuat untuk bermain bersama anak.

Indonesia

Bagaimana dengan Indonesia? Psikolog Tiga Generasi Saskhya Aulia Prima mengatakan orang tua di Indonesia juga sudah mulai peduli untuk mempersiapkan perkembangan karakter dan membuat anaknya lebih cerdas untuk menghadapi persaingan di masa yang akan datang.

Menurut Saskhya, orang tua muda mulai tahu bahwa anak seharusnya tidak hanya pintar dalam akademik saja melainkan juga emosi.

Mungkin kalau zaman dulu, katanya, orang tua hanya mengajarkan harus rajin sekolah dan harus pintar dengan peringkat sepuluh besar, namun tidak untuk saat ini.

Dia menjelaskan dengan zaman yang semakin maju, perkembangan teknologi yang semakin cepat, sehingga anak generasi alpha harus memiliki daya adaptasi yang jauh lebih tinggi dari pada generasi Y atau milenial.

“Segala macam disiapkan orang tua supaya anaknya bisa bersaing saat masuk di dunia kerja nantinya. Bahkan sekarang sejak dari bayi sudah disekolahkan untuk mengetahui minat dan bakat,” jelasnya.

Bahkan, orang tua melakukan konsultasi dengan psikolog tidak lagi karena alasan anaknya bermasalah.

Justru mereka menanyakan stimulasi apa yang harus diberikan untuk perkembangan karakter dan pengembangan kecerdasan untuk masa depan anak mereka.

Apakah orang tua ambisius? Menurutnya, bukan masalah ambisi orang tua. Dia meyakini apapun yang dilakukan orang tua sudah diperhitungkan.

Psikolog pun selalu menyanyakan rencana masa depan yang mungkin masih jauh untuk si anak.

“Misalnya besok mau kuliah di dalam negeri atau di luar negeri. Karena itu akan berdampak pada perkembangan anaknya. Supaya tahu mau dibawa ke mana si anak di masa depan,” jelasnya.

Kendati begitu, orang tua juga harus memperhatikan kondisi dan kebutuhan dari si anak supaya anak tetap dapat bermain namun tetap bisa belajar banyak.

Tag : pendidikan
Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top