Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemkot Semarang Jalin Kerjasama Ekonomi dengan 4 Kabupaten

Sebagai upaya mengembangkan potensi ekonomi yang ada tiap daerah Pemerintah Kota Semarang bersama Pemerintah Kabupaten Semarang, Demak, Grobogan serta Kendal, menjalin kerjasama mengenai pengembangan ekonomi melalui pembangunan interkoneksi antar Kota dan Kabupaten.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 07 Februari 2018  |  17:31 WIB
Hendrar Prihadi
Hendrar Prihadi

Kabar24.com, SEMARANG - Sebagai upaya mengembangkan potensi ekonomi yang ada tiap daerah Pemerintah Kota Semarang bersama Pemerintah Kabupaten Semarang, Demak, Grobogan serta Kendal, menjalin kerjasama mengenai pengembangan ekonomi melalui pembangunan interkoneksi antar Kota dan Kabupaten.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, sebenarnya kerjasama sudah terjalin cukup lama namun selama ini kerjasama terjadi secara alami dengan beberapa Bupati Yanga dan di Eks Karesidenan Semarang.

"Semarang merupakan satu dari sembilan kota metropolitan yang ada di Indonesia sedangkan Provinsi Jateng merupakan daerah yang sedang berkembang. Sehingga Semarang dan sekitarnya merupakan pasar potensial untuk mendirikan industri," ungkap Hendrar Rabu (7/2/2018).

Kota Semarang mempunyai 9 kawasan industri dan tidak memungkinkan untuk ditambah lagi, sehingga tiap ada investor yang ingin membuat industri baru dapat beralih ke Kabupaten Kendal maupun Demak yang masih banyak lahan industri dengan upah pekerja minim.

Selain itu, kapasitas Pelabuhan Tanjung Emas yang mencapai 1 juta Teus membuat industri Semarang terus melaju dengan pesat. Namun karena kebanyakan kawasan industri sudah penuh, membuat investor harus beralih menuju ke kawasan sekitar Semarang.

Hendi sapaan akrab Walikota Semarang menambahkan, beberapa hari ini sejumlah kawasan seperti Kaligawe sampai ke Genuk yang direndam banjir, membuat arus pengiriman barang menuju ke ke Pelabuhan Tanjung Emas tersendat sebab air cukup tinggi mengenangi daerah tersebut.

"Banjir yang mengenangi kawasan kaligawe sampai genuk membuat arus lalu lintas barang tersendat, mengakibatkan keterlambatan pengiriman barang sehingga banyak pengusaha yang merugi akibat banjir," ujarnya.

Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang Gunawan Wibisono mengatakan, interkoneksi antar daerah untuk mengembangkan potensi ekonomi harus segera dirapikan agar investor banyak masuk. Sebab, saat ini kebanyakan dari investor hanya membuka industri di Kota Semarang tanpa melihat potensi pada daerah lain.

Kabupaten Semarang mempunyai banyak potensi industri seperti dikawasan, Bawen, Ungaran sudah banyak perusahaan yang mendirikan pabrik disana diantaranya Kong Huan, Coca-Cola, Sosro beberapa industri garmen.

"Potensi yang bisa dikembangkan cukup banyak untuk industri dan juga pariwisata tinggal para investor memilih bisnis apa yang akan mereka jalankan. Pemerintah juga mendukung penuh adanya investor yang masuk," bebernya.

Upah yang murah di Kabupaten Semarang, menjadi daya tarik tersendiri bagi investor untuk mengembangkan industri yang ada, agar lebih maju serta mengembangkan potensi daerah yang ada tiap Kecamatan di Kabupaten Semarang.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Noor Yudanto menuturkan, interkoneksi bisa berjalan dengan lancar asalkan infrastruktur dibuat dengan sebaik mungkin terutama untuk jalan raya.

Pertumbuhan ekonomi Jateng yang mencapai 5,27% membuat para pengusaha optimis usahanya akan berkembang. Di sisi lain interkoneksi yang kuat antar Pemerintah Kota dan Kabupaten dapat menyokong perekonomian tumbuh lebih merata.

"Perkembangan ekonomi Jateng, kini sudah mulai merata di beberapa wilayah seperti Eks Karesidenan Banyumas yang tertinggal saat ini sudah mulai maju dengan pertumbuhan ekonomi capai 8,63%," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemkot semarang
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top