Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SpherePay Terbitkan Cryptocurrency Pertama di Asia Tenggara

Platform aplikasi pembayaran yang berbasis di Singapura, SpherePay, melakukan penawaran umum perdana (Initial Coin Offering/ICO) uang virtual yang dinamakan SAY. SpherePay menjadi perusahaan pembayaran pertama di Asia Tenggara yang menerbitkan mata uang digital.
N. Nuriman Jayabuana
N. Nuriman Jayabuana - Bisnis.com 06 Februari 2018  |  06:34 WIB
SpherePay Terbitkan Cryptocurrency Pertama di Asia Tenggara
Ilustrasi - Pando
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Platform aplikasi pembayaran yang berbasis di Singapura, SpherePay, melakukan penawaran umum perdana (Initial Coin Offering/ICO) uang virtual yang dinamakan SAY.

SpherePay menjadi perusahaan pembayaran pertama di Asia Tenggara yang menerbitkan mata uang digital. Sebanyak 10 miliar token mata uang digital SAY mulai diperdagangkan platform itu, di mana sebanyak 40% di antaranya dilepas melalui skema ICO.

CEO SpherePay Joseph Chen menyatakan cryptocurrency platformnya menarik perhatian peminat dari berbagai belahan dunia, termasuk dari Jepang dan AS.

“Selama periode pra-penjualan, SpherePay memperoleh berbagai permintaan. Kami meresponsnya secepat mungkin,” ujarnya dalam siaran pers, Senin (5/2/2018).

SpherePay berambisi menjadikan platform mata uang virtualnya ditransaksikan di dunia nyata. Pengguna nantinya dapat melakukan pembelian barang menggunakan cryptocurrency SAY melalui mobile apps SpherePay.

“Salah satu tujuan kami adalah untuk memecahkan masalah lama, yakni bagaimana membuat mata uang digital ini dapat dibelanjakan di dunia nyata,” tutur Chen.

Peminat dapat membeli token SAY dengan menukarkan token Ethereum lewat platform dompet digital seperti MyEtherWallet dan ImToken. Nilai tukar per token Ethereum terhadap SAY saat ini sebesar 1:80.000.

SpherePay dikembangkan perusahaan Singapura OPG Asia Pte Ltd. yang berdiri pada 2017. Perusahaan itu fokus mengembangkan layanan pembayaran elektronik yang kini mencatatkan sebanyak 5 juta pengguna dan layanannya terhubung dengan 10.000 mitra pedagang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cryptocurrency
Editor : Annisa Margrit
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top