Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Trump: AS Butuh US$1,5 Triliun untuk Infrastruktur

Presiden AS Donald Trump meminta Kongres AS untuk meloloskan regulasi terkait stimulasi US$1,5 triliun, sekitar Rp20.110 triliun, untuk infrastruktur. Dalam pidato kenegaraannya, Trump mengatakan sekarang saatnya membahas perbaikan infrastruktur di negara itu. Namun, dia tidak menyinggung detil mengenai sumber dana yang dibutuhkan.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 31 Januari 2018  |  11:34 WIB
Trump: AS Butuh US$1,5 Triliun untuk Infrastruktur
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden AS Donald Trump meminta Kongres AS untuk meloloskan regulasi terkait stimulasi US$1,5 triliun, sekitar Rp20.110 triliun, untuk infrastruktur.

Dalam pidato kenegaraannya, Trump mengatakan sekarang saatnya membahas perbaikan infrastruktur di negara itu. Namun, dia tidak menyinggung detil mengenai sumber dana yang dibutuhkan.

"Tiap dana federal harus dibantu dengan bermitra dengan pemerintah setempat dan, jika sesuai, dengan investasi dari sektor swasta," papar Trump, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (31/1/2018).

Pemerintahan Trump sebelumnya telah menerbitkan panduan pembangunan infrastruktur yang akan memudahkan pemerintah negara bagian dalam membangun jalan tol dan menyediakan lokasi tempat peristirahatan yang dikelola swasta di jalan antar negara bagian.

Dia menambahkan diperlukan pemangkasan regulasi dan perizinan yang selama ini menghambat pembangunan jembatan, jalan tol, dan infrastruktur lainnya. Trump ingin proses perizinan dapat selesai dalam waktu 1-2 tahun.

Lembaga riset McKinsey & Company menyebutkan dibutuhkan US$150 miliar per tahun hingga 2030, atau sekitar US$1,8 triliun secara total, untuk membiayai perbaikan dan pembangunan infrastruktur yang diperlukan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Donald Trump

Sumber : Reuters

Editor : Annisa Margrit
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top