Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hillary Clinton Sindir Trump di Grammy Awards 2018

Mantan calon presiden AS dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, membacakan salah satu cuplikan buku kontroversial karangan Michael Wolff, "Fire and Fury." Dalam pembacaan tersebut, dia menyindir Presiden AS Donald Trump.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 29 Januari 2018  |  16:54 WIB
Penampilan baru Hillary Clinton - Istimewa
Penampilan baru Hillary Clinton - Istimewa

Kabar24.com, JAKARTA - Mantan calon presiden AS dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, membacakan salah satu cuplikan buku kontroversial karangan Michael Wolff, "Fire and Fury." Dalam pembacaan yang digelar di ajang Grammy Awards 2018 jang tersebut, dia menyindir Presiden AS Donald Trump.

Parodi prarekaman menampilkan host Grammy Award James Corden mengaudisi para selebritis, termasuk John Legend, Cher, Cardi B dan Snoop Dogg. Mereka semua membacakan buku yang mengisahkan tahun pertama Presiden Donald Trump di Gedung Putih. Mereka berpura-pura bersaing satu sama lain untuk mendapatkan Grammy.

Clinton, yang dikalahkan Trump pada Pemilu 2016, lalu membacakan sebuah nukilan dari buku itu mengenai kebiasaan makan Presiden Trump.

"Salah satu alasan mengapa dia suka menyantap McDonald's: (Adalah karena) tak ada seorang pun yang tahu dia kapan muncul dan makanan prasaji itu sendiri aman," kata Clinton membacakan nukilan buku kontroversial itu, seperti dikutip Reuters.

Corden lalu memuji Clinton, lalu berkata "Grammy sudah pasti di tas (Anda)."

Buku "Fire and Fury: Inside the Trump White House" karangan Wolf menjadi best seller pada 5 Januari karena memicu gelombang politik, ancaman gugatan hukum dari pengacara Trump dan usaha penggalan penerbitannya.

Buku yang disebut Trump penuh kebohongan itu menggambarkan Gedung Putih yang rusuh, presiden yang tidak siap memerintah Gedung Putih dan para pembantunya yang meragukan kemampuannya menjadi presiden.

Buku ini didasarkan dari hasil wawancara pengarang dengan mantan kepala strategis Trump, Steve Bannon, dan orang-orang dekat Trump lainnya, demikian Reuters.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Hillary Clinton

Sumber : Antara

Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top