Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DPRD Restui Pemprov Kaltara Beli Pesawat N-219

Rencana Pemprov Kaltara membeli pesawat N-219 mendapat lampu hijau dari DPRD. Namun, Pemprov terlebih dahulu harus memperjelas skema pembayaran pesawat besutan PT Dirgantara Indonesia itu.
Eldwin Sangga
Eldwin Sangga - Bisnis.com 17 Januari 2018  |  17:59 WIB
Pesawat Nurtanio melakukan uji coba terbang usai Pemberian Nama Pesawat N219 di Base Ops, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (10/11). - ANTARA/Rosa Panggabean
Pesawat Nurtanio melakukan uji coba terbang usai Pemberian Nama Pesawat N219 di Base Ops, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (10/11). - ANTARA/Rosa Panggabean

Kabar24.com, TANJUNG SELOR – Rencana Pemprov Kaltara membeli pesawat N-219 mendapat lampu hijau dari DPRD. Namun, Pemprov terlebih dahulu harus memperjelas skema pembayaran pesawat besutan PT Dirgantara Indonesia itu.

Ketua DPRD Kaltara Marten Sablon mengatakan sepanjang pembelian pesawat tersebut untuk menunjang pelayanan masyarakat di perbatasan, DPRD tentu akan memberi persetujuan.

DPRD setuju mengingat pelayanan penerbangan ke daerah pedalaman, terpencil dan terisolir memang masih sangat dibutuhkan di tengah sulitnya akses darat.

“Sepanjang pembelian ini untuk menjawab kesulitan-kesulitan yang dihadapi masyarakat Kaltara khususnya di perbatasan, tentu kami menyambut baik,” ujar Marten.

Menurut Marten dengan adanya pesawat N-219 maka pemerintah daerah akan memiliki moda transportasi udara representatif yang bisa dikhususkan untuk mengangkut penumpang maupun barang. Selama ini masyarakat di perbatasan kerap kesulitan transportasi, khususnya mereka yang sakit.

“Di perbatasan kan rata-rata masih Puskesmas, sementara standar pengobatan yang ada di Puskesmas sangat terbatas. Kalau ada pesawat yang bisa dipakai kan lebih bagus, artinya masyarakat kita akan cepat bisa dibawa ke rumah sakit di Tarakan, di Kota Malinau, Kota Nunukan, atau di Tanjung Selor,” urainya.

Sementara itu, untuk skema pembeliannya Marten menyarankan Pemprov tidak membayar tunai. Hal itu mengingat postur APBD Kaltara masih dialokasikan untuk kepentingan lain yang tidak kalah pentingnya.

Ia mengingatkan agar harga pesawat yang mencapai Rp80 miliar per unit tidak sampai membebani keuangan daerah. “Harganya itu kan mahal, sampai Rp80 miliar. Jadi bagusnya mengangsur dua sampai tiga kali,” katanya.

Lebih jauh politisi Partai Demokrat ini mengatakan bahwa rencana pembelian N-219 ini belum dibahas di internal dewan. DPRD kata dia, masih menunggu penjelasan dari Pemprov terkait skema pembiayaan serta hal teknis lainnya.

Selain itu, ia juga menyarankan agar Pemprov intens melakukan komunikasi dengan Komisi II yang membidangi keuangan daerah.Diharapkan pembelian N-219 ini bisa berjalan lancar.

“Kita dalam waktu dekat sudah ada pembicaraan resmi antara Komisi II dan Banggar DPRD bersama Pemprov menindaklanjuti ini,” pungkasnya.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

n219
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top