Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dampak Brexit, Setengah Juta Lapangan Pekerjaan di Inggris Terancam Hilang

Inggris bisa kehilangan 482.000 lapangan pekerjaan pada 2030 bila negara tersebut gagal berpisah dari Uni Eropa (UE), menurut penelitian oleh Cambridge Econometrics.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 12 Januari 2018  |  09:37 WIB
Ilustrasi - Reuters
Ilustrasi - Reuters

Kabar24.com, LONDON - Brexit, dalam skenario terburuk, dapat menghilangkan hampir 500.000 lapangan pekerjaan di Inggris, menurut sebuah studi yang diterbitkan pada Kamis (11/1/2018) yang ditugaskan oleh wali kota London.

Inggris bisa kehilangan 482.000 lapangan pekerjaan pada 2030 bila negara tersebut gagal berpisah dari Uni Eropa (UE), menurut penelitian oleh Cambridge Econometrics.

Sebuah skenario ketika Inggris gagal menyetujui kesepakatan transisi dan hubungan perdagangan masa depan dengan blok tersebut juga akan menghilangkan investasi 46,7 miliar poundsterling (sekitar Rp848,5 triliun) pada periode yang sama.

Laporan tersebut membandingkan empat kemungkinan skenario pasca-Brexit dengan pilihan untuk mempertahankan status quo -- yang telah dikesampingkan oleh pemerintah Inggris -- untuk tinggal di pasar tunggal dan bea cukai Eropa.

Skenario Brexit yang paling bagus yang diperkirakan, dari periode transisi dua tahun yang berujung ke keanggotaan pasar tunggal tanpa serikat bea cukai masih akan menyebabkan hilangnya 176.000 lapangan pekerjaan dan investasi sebesar 20,2 miliar poundsterling (sekitar Rp363 triliun).

Wali kota London Sadiq Khan, yang berkampanye menentang Brexit, menugaskan penelitian tersebut dan mengatakan bahwa temuan tersebut menunjukkan "potensi risiko ekonomi -- dan risiko manusia -- yang dipertaruhkan dalam negosiasi Brexit" di Brussel, demikian AFP.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Brexit

Sumber : antara

Editor : Fajar Sidik

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top