Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Trump Tak Ingin AS Perang Dengan Korea Utara

Presiden Amerika Serikat Donald Trump meramalkan bahwa krisis antara AS dan Korea Utara akan diselesaikan tanpa perang, mengurangi ketegangan yang terbangun di wilayah tersebut.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump/Reuters
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump/Reuters

Kabar24.com, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump meramalkan bahwa krisis antara AS dan Korea Utara akan diselesaikan tanpa perang, mengurangi ketegangan yang terbangun di wilayah tersebut.

Dilansir Bloomberg, Trump menyingkirkan kekhawatiran adanya konflik bersenjata dalam sebuah konferensi pers Gedung Putih dengan Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg pada hari Rabu (10/1/2018). Seorang reporter asal Norwegia bertanya tentang ucapan Komandan Angkatan Laut Robert Neller kepada Marinir di Norwegia bulan lalu yang memperkirakan akan ada perang yang muncul.

"Mungkin dia tahu sesuatu yang tidak saya sukai. Tidak, saya tidak mengharapkan itu," kata Trump dalam konferensi pers tersebut, seperti dikutip Bloomberg.

Dia mengatakan AS memiliki sejumlah masalah dengan Korea Utara, namun masih mengapresiasi pembicaraan yang dilakukan antara rezim Korea Utara pimpinan Kim Jong Un dan pemerintah Korea Selatan.

"Banyak pembicaraan bagus sedang berlangsung sekarang. Banyak energi bagus. Mudah-mudahan, banyak hal baik akan berhasil," lanjutnya.

Korea Utara telah menjadi krisis luar negeri Trump yang paling mendesak. AS berupaya untuk menahan pengembangan nuklir dan program rudal balistik Korut. Trump juga mengatakan Korut tidak akan dibiarkan untuk mengembangkan rudal nuklir yang mampu menyerang AS dan telah mengancam perang jika sanksi ekonomi dan perundingan tidak dapat mencegah ambisi Kim untuk senjata tersebut.

Trump pada hari sebelumnya berjanji kepada Presiden Korea Selatan Moon Jae-in bahwa dia tidak akan menyerang Korea Utara saat dua negara Asia mengadakan perundingan, dan menambahkan bahwa dia terbuka untuk melakukan perundingan dengan Korut pada saat yang tepat.

Perundingan antara dua Korea tersebut berlangsung saat Korea Selatan bersiap untuk menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin di kota Pyeongchang 9 Februari mendatang. Korea Utara setuju untuk mengirim atlet ke pertandingan tersebut setelah melakukan pembicaraan dengan pemerintah Korsel pada 9 Januari.

Kedua belah pihak sepakat untuk melanjutkan pembicaraan yang bertujuan mengurangi ketegangan di semenanjung Korea.

Namun, Kim Jong-un telah berjanji untuk tidak pernah melepaskan senjata nuklir negaranya, yang dijadikan sebagai garis pertahanan terakhirnya melawan invasi AS. Secara teknis, Korea Selatan dan AS masih berstatus perang dengan Korea Utara setelah Perang Korea berakhir pada tahun 1953 dengan sebuah gencatan senjata dan bukan sebuah perjanjian damai.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper