Nilai Tukar Petani di Bali Alami Penurunan

Nilai tukar petani di Bali menurun pada Desember 2017 sebesar 0,56% dari 104,51 pada bulan sebelumnya.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 02 Januari 2018  |  16:51 WIB

Kabar24.com, DENPASAR -- Nilai tukar petani di Bali menurun pada Desember 2017 sebesar 0,56% dari 104,51 pada bulan sebelumnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bali Adi Nugroho mengatakan hampir semua subsektor pertanian tercatat mengalami penurunan kecuali tanaman pangan yang mengalami kenaikan sebesar 0,40%.

Sementara, subsektor yang mengalami penurunan yakni hortikultura sebesar 0,85%, Tanaman Perkebunan Rakyat turun 1,61%, Peternakan sebesar 0,24%, dan Perikanan turun sebesar 0,27%.

"Adapun kenaikan pada tanaman pangan lantaran naiknya harga gabah yang menyebabkan indeks harga yang diterima petani juga naik sebesar 1,22%," katanya, Selasa (2/1/2018).

Kata dia, peningkatan pada tanaman holtikultura yakni dari 97,85 pada bulan sebelumnya menjadi 98,24 pada Desember 2017.

Peningkatan ini pun masih berada dikisaran 100. Lantaran itu pula, peningkatan tanaman holtikultura belum bisa diandalkan untuk mensejahterakan petani.

"Walau Tanaman Pangan nilai tukarnya meningkat tapi masih di kisaran 100," katanya.

Sementara, dari sisi indeks yang diterima petani, tercatat kenaikan sebesar 0,77% dari 130,55 menjadi 130,64. Dari sisi indeks yang dibayar petani tercatat kenaikan sebesar 0,63% dari 124,91 menjadi 125,70 poin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bali, nilai tukar petani

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top