Ini Alasan Pura Besakih Kembali Dibuka untuk Wisatawan

Sekitar 5 hingga 10 wisatawan tetap memilih mengunjungi Pura Besakih walaupun operasionalnya telah ditutup sejak 25 November 2017.
Ni Putu Eka Wiratmini | 27 Desember 2017 19:00 WIB
Umat Hindu menggelar upacara di Pura Besakih yaitu Pura yang berada di kaki Gunung Agung, Karangasem, Bali, Selasa (19/9). - ANTARA/Nyoman Budhiana

Kabar24.com, DENPASAR -- Sekitar 5 hingga 10 wisatawan tetap memilih mengunjungi Pura Besakih walaupun operasionalnya telah ditutup sejak 25 November 2017.

Padahal Pura Besakih berada pada radius 8 km dari Kawah Gunung Agung atau masuk di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III.

Wakil Manajer Operasional Pura Besakih I Wayan Ngawit mengatakan banyak wisatawan asing yang justru penasaran dengan kondisi Gunung Agung walaupun sedang terjadi erupsi. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika Pura Besakih masih dikunjungi wisatawan walaupun sudah ditutup.

“Justru wisatawan asing rasa ingin tahu tinggi sekali, malahan pas tutup ada penjagaan malah memaksa ingin masuk karena ingin tahu bagaimana Gunung Agung dan dampak-dampaknya,” katanya kepada Bisnis, Rabu (27/12/2017).

Dia menyayangkan, kunjungan wisatawan ke Pura Besakih ini tidak ada yang bisa mempertanggungjawabkan. Oleh karena itu, sesuai hasil rapat dengan Wakil Gubernur Bali selaku Kepala Badan Pengelola Pura Besakih akhirnya diputuskan untuk membuka kembali Pura Besakih untuk wisatawan besok, Kamis (28/12/2017).

Kata dia, dengan dibukanya Pura Besakih maka kunjungan wisatawan ke lokasi ini bisa dipertanggungjawabkan. Selain itu, lantaran operasional sudah ditutup, maka pengunjung ini datang tanpa biaya masuk. Hal ini menurutnya justru merugikan manajemen.

“Tiap hari ada saja yang berkunjung tapi kunjungan mereka tidak ada yang mempertanggungjawabkan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Dia memastikan keselamatan wisatawan akan diutamakan. Pihaknya juga telah melakukan serangkaian upaya jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti penataan parkir hingga adanya titik kumpul untuk memudahkan mitigasi.

Selain itu, zona kunjungan juga dibatasi, yakni tidak mengelilingi areal keseluruhan pura atau hanya pada areal Bencingah Pura Besakih.

“Kalau ada yang bawa motor dan mobil, parkir kita tata arahnya jika terjadi hal-hal ang tidak diinginkan bisa mudah melakuakn mitigasi, lalu juga ada titik kumpul,” katanya.

Tag : pariwisata bali
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top