PDIP Pecat Wakil Sekretaris PDIP NTT

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menegaskan partai berlambang Banteng itu akan memecat Wakil Sekretaris DPD PDIP NTT Dolvianus Kolo pascasikap tak terpujinya menanggapi penetapan Cagub dan Wagub NTT, Marianus Sae-Emilia Nomleni.
Newswire | 23 Desember 2017 07:12 WIB
Ketua Umum DPP PDIP Megawati Sukarnoputri (kanan) menyerahkan bendera partai kepada Ketua DPD PDIP Banten yang baru Asep Rahmatullah (kiri) saat upacara pelantikan di Serang, Banten, Rabu (1/11). Asep Rahmatullah yang juga Ketua DPRD Banten dilantik Megawati menggantikan pejabat sebelumnya Sukira. ANTARA FOTO - Asep Fathulrahman

Kabar24.com, KUPANG - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menegaskan partai berlambang Banteng itu akan memecat Wakil Sekretaris DPD PDIP NTT Dolvianus Kolo pascasikap tak terpujinya menanggapi penetapan Cagub dan Wagub NTT, Marianus Sae-Emilia Nomleni.

"Sikap Dolvianus sangat disayangkan. Berpartai itu harus dijalankan dengan disiplin, taat pada mekanisme partai dan setia pada konstitusi partai. Apa yang disampaikan oleh saudara Dolvianus dikategorikan sebagai pelanggaran disiplin sehingga yang bersangkutan akan diberikan sanksi pemecatan," katanya melalui rilis yang diterima Antara Kupang, Sabtu (23/12/2017).

Hasto sendiri mengaku sudah berbicara dengan Ketua Bidang Organisasi DPP PDIP Djarot Syaiful Hidayat, soal sanksi pemecatan tersebut kepada Dolvianus.

Hasto menambahkan Dolvianus sendiri sudah diminta untuk memberikan klarifikasi, namun yang bersangkutan justru memberikan berbagai pernyataan yang tidak menunjukkan kapasitasnya sebagai kader partai.

"Karena itulah partai harus mengambil tindakan tegas seperti sanksi pemecatan. Karena itu memalukan partai," tambahnya.

Terkait penetapan cagub dan cawagub Hasto menegaskan bahwa proses telah dijalankan, bahkan sebelum mengambil keputusan, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri telah menugaskan Djarot Syaiful Hidayat untuk bertemu para tokoh masyarakat NTT, termasuk bertemu dengan para tokoh agama.

"Berbagai aspirasi telah ditampung, dan keputusan telah diambil, serta bersifat final. Bagi yang tidak setuju pada kepentingan kolektif partai tersebut maka parrtai akan menegakkan disiplin Partai," tambahnya.

Lebih lanjut Hasto menambahkan PDIP memiliki tradisi demokrasi Pancasila, pasangan calon yang ditetapkan untuk membumikan Pancasila, menjaga NKRI, Kebhinekaan Indonesia dan UUD 1945.

Pasangan tersebut juga akan diikut sertakan dalam Sekolah Para Calon Kepala Daerah sehingga ketajaman visi dan misi serta komitmen kekuasaan untuk rakyat menjadi ciri utama bagi seluruh pasangan calon PDI Perjuangan.

Hasto meyakini bahwa masyarakat NTT sangat paham posisi politik PDI Perjuangan yang benar-benar hadir sebagai kekuatan persatuan bangsa. Menurutnya partai Berlambang Benteng itu sangat kokoh membela Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Kebhinekaan Indonesia.

Karena itulah sikap yang ditunjukkan oleh Dolvianus tersebut adalah sikap perorangan sehingga sangatlah pantas sekiranya Partai memberikan sanksi yang tegas.

 

Sumber : Antara

Tag : pdip
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top